Dias, Thank a Lot!

 












Hey, you, si penyuka anime Dragon Ball, sekali lagi terima kasih banyak atas segala kebaikan lu selama lu dulu masih hidup di dunia ini. Terima kasih banyak atas segala wejangan lu juga, yang salah satunya untuk selalu hemat (Oh iya, hampir lupa, untuk selalu menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Karena tidak semua hal bisa dijelaskan oleh sains atau ilmu pengetahuan. Harus balance, kan). Terima kasih banyak juga sudah menjadi salah satu sahabat paling berharga gue. 

Gue nggak tahu dunia orang mati itu kayak gimana. Apa di sana pun lu masih support dan mendoakan teman-teman lu yang masih diberikan nyawa oleh Tuhan? Bisakah orang mati mendoakan orang hidup? Gue merasa seperti ada doa lu atas kejadian kemarin. 

Lu tahu, kan, kemarin tanggal berapa? 27 Juni, Bro. Gue mendapatkan banyak kejutan menyenangkan kemarin. Doi (begitu julukan lu untuk si cewek; atau lu kadang menyebut dia S) memberikan like untuk satu buah komentar gue. Lu tahu gimana perasaan gue? Dua kata: SENANG BANGET! 

Lu tahu sendiri, gue dan Doi lebih sering berhubungan melalui lu dan beberapa orang lainnya (yang menjadi mak comblang antara gue dan Doi). Gue jarang banget benar-benar berhubungan langsung dengan Doi. Yah, jelas gue senang banget. Walau hanya like, gue amat bahagia. Nyengir lebar, Bro, setelah melihat ada notifikasi dari Doi. Begitulah perasaan gue yang sebenarnya, sih. Sesenang itu, sebahagia itu, sefantastis itu. Gue benar-benar menangis bahagia. Nggak akan pernah ada manusia yang tahu bagaimana bahagianya seorang Nuel Lubis. Hanya Tuhan yang tahu, gue kira. 

Thank to your prayer. Atau, mungkin tepatnya, dari arah lu, banyak orang yang tulus mendoakan gue hal-hal positif. And then, well, already come true

Bahagia dan tenanglah di sana, Brother. Keluarga lu pasti akan baik-baik saja, khususnya nyokap lu. Kalau memang itu kehendak dari Tuhan, gue percaya cepat atau lambat setiap kata-kata yang lu pernah lontarkan pasti akan terjadi. Tak ada yang mustahil untuk Allah.

Gambar di bawah berikut ini merupakan gambar Edward Snowden. Masih ingat saat gue memberikan DVD Snowden ke lu di Summarecon Mal Bekasi? Gimana? Bagus, nggak? Kadang gue merasa lu itu bagaikan Snowden-nya Indonesia. Sikap welas asih lu ke sesama sungguh luar biasa. Lu cerdas, berwawasan luas, punya empati di atas rata-rata, bahkan lu nggak segan membicarakan beberapa hal yang mungkin orang lain cenderung menghindar (Paham, kan, maksud gue?). Kebahagiaan lu malah dipinggirkan demi kebahagian teman-teman dan sesama lu manusia. Hebat!

Kata-kata terakhir, nih. 

Sayang banget hubungan lu dan perempuan itu tak mulus. Lu bahkan harus kehilangan nyawa sebelum terealisasi. Turut sedih, Bro! 












Comments

Place Your Ads Here