Mengenang Jatuhnya Order Baru & Tragedi Mal Klender 1998

 













Ada yang pernah ke Taman Pemakaman Umum Pondok Rangon? Konon, di salah satu sudutnya, ada sebuah monumen berbentuk tangan yang tertutupi kain, serta bekas jahitan dan jarum. Di sanalah, seratus tiga belas korban tanpa nama yang merupakan peninggalan dari Tragedi 1998 dimakamkan.

Oh iya, sekadar pengingat, besok merupakan hari bersejarah, yang mana merupakan tanggal di mana Soeharto resmi mengundurkan diri dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Dengan mundurnya Soeharto, berakhirlah kekuasaan Orde Baru dan muncullah era Reformasi, yang menurut sebagian orang, sudah membuka banyak hal yang selama ini coba ditutupi oleh Soeharto. Katanya, sih, begitu. Yang di samping itu, aku merasa Indonesia malah mengalami kemunduran pasca berakhirnya Orde Baru. Berakhirlah pula era Harga Murah. Harga beragam kebutuhan bahan pokok (atau sembako) cenderung naik,  terlebih lagi BBM (bahan bakar minyak, red).

Menurut kalian, mana yang lebih baik, era Orde Baru atau era Reformasi?


Well, aku malah teringat oleh kata-kata Wawan (salah seorang korban Tragedi Semanggi 1 pada tanggal 13 November 1998, yang dimakamkan di TPU Joglo), yang berbunyi: 


".....apakah aku pejuang atau pahlawan reformasi? Aku tidak tahu, itu hanya ungkapan orang....."


Untuk yang bertanya seberapa mengerikan Tragedi 1998, sekiranya bisa membaca tulisan aku yang ini: Mungkin Mei 1998 Memang Tragedi. Namun, singkat saja, untuk seorang penulis novel "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh", Mei 1998 merupakan momen yang sangat mencekam. Sekolah memang diliburkan. Sayangnya, tak ada enak-enaknya sama sekali. Berita-berita di televisi berisi konflik bersenjata nan berdarah antara tentara dan mahasiswa. Banyak warga Tionghoa yang menjadi korban keganasan Tragedi 1998. Asap di mana-mana. Bagaikan seperti mau kiamat saja. Mungkin saat Dajjal benar-benar menampakkan diri, kondisinya tak jauh berbeda dengan Tragedi Mei 1998. Benar-benar seperti sebuah Armageddon, Tragedi Mei 1998 tersebut!





 







Comments

  1. Mengerikan juga yah tragedi di tahun 90an baca ceritanya aja ngilu2 gimana gitu apalgi ngalaminnya langsung, mungkin org2 pada waktu itu memgnggap kiamat sudah dekat..

    ReplyDelete
  2. 1998 memang tahun yang lumayan kelam ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^

Place Your Ads Here