Insecurity to Have a Social Media Account

 












Tulisan dalam gambar di atas merupakan kata-kata seorang teman dunia maya aku (yang sampai sekarang aku belum pernah kopi darat). Menurutku, ini sejenis dengan tulisan aku di beberapa tahun yang lalu (bisa baca: Dilema Memiliki Social Media).

Walaupun sejenis, aku tak seperti si teman yang sepertinya berencana untuk menutup seluruh akun yang dimilikinya. Aku sadar betul seberapa penting kita memiliki akun media sosial. Apalagi aktivitas dan/atau kegiatan aku sangat mengandalkan media sosial. Sangat sulit untuk diriku mengambil keputusan sefrontal itu. 

Meskipun demikian, kadang aku berpikir bahwa ide tidak memiliki akun media sosial manapun bukanlah hal buruk. Beberapa hari yang lalu, aku sedikit tersadarkan oleh seorang tukang becak di kawasan aku tinggal. Percaya atau tidak, si tukang becak ternyata tidak memiliki ponsel, yang bahkan untuk ponsel paling murah sekalipun (yah, minimal dia memiliki ponsel lama yang masih ber-keypad qwerty). And then, well, I see that he's very happy. Dia sepertinya sama sekali tak terganggu dengan kenyataan dirinya tidak memiliki ponsel.

Saat aku bertanya, "Bang, ada nomor hape, nggak?" 

Sembari cengar-cengir, dia malah menjawab, "Nggak ada, Dek. Kalau butuh saya, samperin aja lagi saya ke pangkalan."

Sampai sejauh ini, setelah obrolan singkat dengan tukang becak tersebut, aku sepertinya tersadarkan akan suatu hal: 

Apa mungkin kita terlalu dikendalikan oleh internet dan/atau media sosial? 

Kok bisa-bisanya dua hal itu membuat kita merasa takut--atau jadi merasa insecure, tepatnya? Kadang aku pun merasa takut untuk membagikan sesuatu di internet. Aku takut bakal dianggap aneh, disalahpahami orang lain, hingga diserang orang lain hanya karena orang itu tidak menyukai apa yang kubagikan. Aku menulis ini juga berdasarkan pengalaman. Hanya karena beberapa tulisan aku, aku merasa tidak nyaman dengan beberapa kata-kata tidak enak yang diarahkan kepada aku. Itu membuat aku ingin menutup seluruh akun media sosial aku. Yang sebetulnya itu pernah aku realisasikan di tahun 2016, yang mana aku hanya aktif di Line, Instagram, dan IMMANUEL'S NOTES. Hasilnya, aku merasa sangat tenang sekali secara pikiran, batin, dan alam bawah sadar aku. 

Belum lagi, sekarang apa-apa dibawa ke ranah hukum. Bagaimana aku merasa tidak nyaman?! 

Ah, jadi dilema tersendiri untuk memiliki sebuah akun media sosial, deh.














Comments

  1. Ponsel dan media sosial media memang mempermudah semua, tp toh jaman dulu sblum ada ponsel juga masih lebih seru, bahkan pikiran lebih sehat. Kalo mau ngobrol yah samperin,, kayak tukang ojek itu

    ReplyDelete

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^

Place Your Ads Here