Warnet & Anomali

 












Sepedaku pernah hilang di warnet ini. Dan, pernah aku cerita di IMMANUEL'S NOTES (baca: Slogan yang Tak Bermakna). Bersyukur masih ada yang peduli dengan penderitaanku tersebut. 

Atau, saat aku pulang dari SCTV Awards, keluar dari sana itu pada pukul sepuluh malam. Cerita selengkapnya ada di: Abis dari SCTV Awards, Malah Nyasar di Cimone. Sampai di Tangerang, sudah pukul 12.00 tengah malam. Aku naik ojek dan sengaja tak mengambil sepeda (karena memang tempat penitipan sudah tutup). Baru aku ambil di pagi harinya, dan kusempatkan mampir di warnet ini untuk menuliskan kejadian semalam (norak memang aku!). 

Tak lupa juga, warnet ini mengajarkan aku untuk tidak main menghakimi. Anomali itu selalu ada. Maaf, jika terkesan rasis, namun di warnet ini, aku bertemu dengan ibu berwajah Oriental yang kurang jago memasak, khususnya dalam hal memasak nasi goreng. Karena sebelum bertemu si ibu tersebut, aku selalu berpikiran semua ibu-ibu Oriental itu lihai memasak. Ternyata ada juga yang tidak. 

Nah, yang terakhir itulah, mungkin karena itu juga, novel-novel aku memiliki jalan cerita yang tak biasa. Banyak anomali di setiap novel yang aku ciptakan. Salah satunya, kata seorang teman, novel-novel aku sering mengambil latar di alam mimpi atau alam roh (tapi bukan novel bergenre horor, yah).

Well, terima kasih untuk warnet yang sekarang sudah tiada. Terima kasih atas setiap pembelajarannya. Terima kasih untuk setiap anomali yang suka aku temukan di dalam warnet tersebut (apa aku harus ceritakan seluruhnya?). Jasa-jasanya akan selalu aku kenang. 

Omong-omong, ada beberapa post yang teracuni adf.ly. Untuk itu, aku mohon maaf sekali lagi karena sempat membuat teman-teman bloger tidak nyaman. Namanya juga orang lagi mencari uang. Ternyata juga itu bukan hal yang mudah untuk mendulang dolar melalui adf.ly. Biasanya pula aku bermain adf.ly di warnet ini. 






Comments

Place Your Ads Here