Giving: Another Level of Happiness

 














Ini kisah lama. Oh, holy cow, I've saved a lot of stories from you all till now. Maaf, yah, aku sudah menyembunyikan banyak cerita dari kalian semua. Harusnya, saat di tahun 2013 kemarin, aku bercerita sedikit. Atau, di satu tahun sesudahnya. Tapi apa daya, ada beberapa alasan aku menunda untuk bercerita. 

Sebelum kejadian, aku lagi sibuk menggarap novel. "Destiny 41" yang diterbitkan oleh Kalimaya, aku godok di tahun tersebut. Yang kuingat, itu hari sabtu. Di Plaza Semanggi. Aku hang out bersama dua orang teman kuliah, yang seangkatan. Salah seorang teman mentraktir aku sepiring nasi goreng, dan kami makan di Sky Dining (saat itu, masih ada Sky Dining). Sembari makan siang di Sky Dining yang terletak di lantai 10 (correct me if I'm wrong), aku dan dua temanku mengobrol ngalor-ngidul. Kami bertiga masih sama-sama belum menikah, walau dua dari mereka memang sudah memiliki pacar. 

Lanjut, yah. Karena aku lupa yang diobrolkan apa saja saat masih di Sky Dining, kita lompat saja ke bagian aku dan mereka berdua bermain bersama di Fun World yang terletak di samping Gramedia. Aku diajak bermain AyoDance. Gerakan badanku memang kaku, makanya aku ditertawakan bocah-bocah cilik. Dasar bocil sialan. Kalau aku jago nge-dance, aku sudah menjadi bagian dari boyband. Sayangnya aku lebih suka menulis daripada nge-dance ala Morgan Sm*sh (saat itu, boyband yang lagi naik daun, yah Sm*ash). 

Dari Fun World, aku dan temanku beralih ke lantai 3A. Kali ini seorang teman ijin untuk meninggalkan keakraban yang sudah terjalin. Katanya, ada urusan. Lagi-lagi aku ditraktir. Satu KFC sebagai bahan makan malam. Oke, ini hoki banget. Makan siang dan malam malam di mal, dan aku benar-benar ditraktir. Beruntungnya lagi, si teman menepati janji untuk membeli satu buah "Hoki Rame-Rame". Berhasil laku Rp 55.000 dan tambahan ongkos pulang dengan menggunakan taksi Alphard.

Sesampai di rumah, aku teringat adikku berulangtahun. Hati aku langsung tergerak untuk membelikan seloyang martabak manis. Uang hasil penjualan "Hoki Rame-Rame" itu kugunakan seluruhnya untuk seloyang martabak manis. Ah, kalau aku tidak lupa, itu martabak keju (dari dulu hingga sekarang, hanya martabak keju yang paling mahal). Tak ada yang kusesali dari perbuatan aku tersebut. Aku merasa bangga dan bahagia bisa memberikan sesuatu kepada keluarga walau hanya seloyang martabak keju. 

To @donipohan7 , I'm totally agree with you. Giving something to either parents or family by our hardwork, it's such another level of happiness. I seem I feel bliss, peaceful, and proud to do it. Just a chess martabak, but it's very meant so lot to me. Marvelous!

Last but not least, donate your money to everyone whom we need to help, it's another level of happiness either. It feels heavenly, and I already made it true. Just try it, and donate to the things I just shared by the picts. Yuk, sumbang, yuk. Nomor rekeningnya kucantumkan di bagian bawah, yah. 














Mereka membutuhkan uluran tangan kita semua:


👉 BCA 6530-13-1449 atas nama Thomas Silvano (sertakan berita "FH Atmajaya Donasi NTT")

👉 BCA 2583-73-9998 atas nama Gereja Kristen Indonesia (sertakan berita "NTT" dan kode unik 028 di akhir nominal yang mau didonasikan)

👉 BRI 7162-01-009416-53-2 atas nama Paroki Santo Klemens Katikuloku (sertakan berita "Donasi NTT)

👉 BCA 6580-32-6330 atas nama GKI Kota Moderen  (sertakan berita "Bakti Sosial Paket Lebaran" dan kode unik 21 di akhir nominal yang mau didonasikan)



Yang sudah mendonasikan ke nomor-nomor rekening terkait, bisa kirimkan bukti transfer ke e-mail immanuel.lubis@gmail.com yah. Aku orangnya beramanah. Pasti aku teruskan ke yang bersangkutan. Ditunggu donasinya! 














Comments

Place Your Ads Here