Amat Sayang Warnet ini Berubah Menjadi Warung Sayur

 














Heran, deh. Entah kenapa sebagian besar warnet yang pernah kudatangi itu sudah tak sama lagi. Kalau tidak tutup, yah berubah fungsi. Sama seperti rumah dalam foto di atas tersebut. 

Sebelum menjadi warung sayur, dulunya itu warnet.  Duduknya lesehan. Di warnet ini, aku mulai mengenal download-download-an serta menonton secara streaming atau online. Delapan tahun lalu, saat aku menjalani tugas paid per post, itu kulakukan di warnet ini. Aku pernah riset untuk novel di warnet ini juga. Beberapa kali aku mengirimkan naskah di warnet ini pula. Ikut kontes blog dan menulis juga aku lakukan di warnet ini. Pernah pula aku hujan-hujanan pulang ke rumah sehabis asyik menonton online

Di warnet ini, aku mengenal seorang anak kecil yang luar biasa. Ia mengajariku agar tidak malu dengan profesi orang tua. Bayangkan, aku yang saat itu berusia 25-26 tahun, dibuat tertohok oleh seorang anak yang bahkan saat itu belum bersekolah. 

Aku juga kenal seorang remaja SMA yang hobi bermain Football Manager di warnet ini. Sebut saja namanya Bodi. Dia adalah seorang remaja SMA (saat itu) yang ayahnya meninggal cukup dramatis. Sehabis Natal di tahun 2015, aku masih bertemu dengan ayahnya. Eh, beberapa hari kemudian, aku mendapati kabar bahwa ayahnya meninggal dunia. Aku juga bingung kenapa sampai sekarang aku sulit melupakan peristiwa meninggal ayahnya tersebut. 

Melupakannya itu sulit, yang sesulit tokoh bernama Melody melupakan almarhum suaminya. Yuk, main ke NovelMe dan baca episode ke-74 dari "Boy's Angel". Hitung-hitung, sembari menunggu sahur. 

Lantas, pelajaran apa yang aku bisa dapatkan dari warnet ini? 

Sepertinya itu adalah saat aku cenderung bertemu dengan orang-orang yang tak terduga, baik secara penampilan maupun karakter. Salah satunya, anak kecil itu, yang merupakan anak seorang pembantu dan dia sangat membanggakan ibunya. 

Oh, semua novel fisik aku sangat berutang budi ke warnet ini. Mulai dari riset hingga mengirimkan naskah, itu kulakukan di warnet ini. Tak heran aku sangat menyayangkan warnetnya berubah fungsi menjadi warung sayur. Maunya aku, sih, tetap menjadi warnet. 















Comments

Place Your Ads Here