Tertawa & Sedih

 












Dua tahun lalu, ada seorang perempuan yang menyadarkan aku akan sesuatu yang mungkin belum kusadari sebelumnya.

Kurang lebih, perempuan itu berkata seperti ini: 

Kalau lagi tertawa, memang sebaiknya bersama seseorang. Kalau tertawa sendiri, nanti dikira gila. Kalau lagi sedih, ada baiknya mengambil waktu sendiri. Menunjukan kesedihan di depan orang lain, itu sama saja dengan menunjukan kelemahan/kekurangan kita. Salah-salah, kita bisa di-bully alih-alih mendapatkan simpati seperti keinginan kita. 

C'est la vie. 

Well, it's very hard to be a very humanly human. 














Comments

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^

Place Your Ads Here