Satu Minggu Nuel Lubis Si Kepala Bulat Bersama Bakso

 












Hari Senin

Ini kenikmatan yang sungguh hakiki. Tak ada kata manapun yang sangat tepat untuk menggambarkan kesan yang kudapatkan. Mau semahal apapun, memang makan bakso itu terasa lebih DEP SEDEP kalau hanya ada baksonya saja tanpa mi kuning, mi putih, atau toge. Seperti yang kumakan saat ini. Satu bakso urat ukuran jumbo dan lima bakso ukuran menengah. 

Hari Selasa 

Lama sekali pesananku dibuatkan. Sebelum aku datang, warung baksonya tengah ramai dikunjungi oleh pengunjung. Dan, tadi ada salah seorang pengunjung memesan sepuluh porsi bakso. Tampak si tukang bakso kewalahan meladeni permintaan tersebut. Dia hanya sendirian saja di warung bakso ini. Kasihan sekali si tukang bakso bertubuh kurus kerempeng tersebut. Omong-omong, Bang, buruan, perutku sudah lapar, nih. 

Hari Rabu

Makan bakso lagi. Di warung bakso lagi. Aku sulit menjawab kenapa aku suka sekali makan bakso. Setiap ada gerobak bakso melintas, pasti langsung kuhampiri. Kalau aku tengah bepergian, lalu aku menemukan dua rumah makan, yang salah satunya itu warung bakso, sudah pasti aku memilih warung bakso. Eh, ternyata enak juga, makan bakso dengan lumeran Sambal Dua Belibis. Silahkan dicoba. Dijamin tak akan menyesal!

Hari Kamis 

Yang kupesan dari temanku ini namanya Lohwa. Mirip seperti bakso, namun beda. Beda tipis-lah. Walau demikan, aku tetap menyukai bakso. Sekali bakso, tetap bakso. Tapi Lohwa tetap DEP SEDEP, kok. 

Hari Jumat 

Eh, ada tukang bakso di seberang minimarket. Makan bakso dulu, ah. Sambil ngemper makannya. Daripada bengong menunggu hujan reda, aku membela-belakan diri untuk kehujanan. Makan bakso sambil ngemper di tengah derasnya hujan, itu sangat luar biasa. Sangat membuat pikiran menjadi relax

Hari Sabtu 

Sssttt,... mau kubisikkan satu rahasia kecil aku? Akhir-akhir ini aku hobi makan bakso tanpa kuah. Hanya ada beberapa buah bakso, alat makan (yang biasanya garpu), dan sambal di pinggir piring atau mangkok. Baksonya aku tusuk dengan garpu, lalu aku cocolkan ke sambal. Wuih, ini suatu kenikmatan yang sulit didustakan oleh insan manapun. Mantappu jiwa!

Hari Minggu 

Sudah malam, perutku mendadak mengeluarkan bunyi musik keroncong. Langsung aku pergi menuju dapur dan membuat mi instan dengan bakso kecil sebagai salah satu topping-nya. Di luar hujan deras, dan makan mi instan dengan bakso itu sangat layak dicoba. Tapi, jangan sering dicoba, yah. Ini sama saja dengan makan berat. Tak baik makan berat di atas jam sembilan malam. 










PS:

Yang lagi mencari Lohwa, bisa menghubungi aku di immanuel.lubis@gmail.com yah!







Comments

Place Your Ads Here