Hidup yang Mengalir

 












Ada yang sudah pernah menonton "Crayon Shin-chan: Super-Dimension! The Storm Called My Bride?" Itu adalah serial movie dari Crayon Shinchan yang rumornya menampilkan versi dewasa dari Crayon Shinchan, yang mana Shinosuke Nohara merupakan Pahlawan Bertopeng atau Action Kamen itu sendiri. Walaupun demikian, dalam tayangan kartun tersebut, wajah Shinchan dewasa tak pernah terlihat jelas. 

Bicara tentang animasinya, itu bercerita tentang masa depan setiap tokohnya. Kita akhirnya dipertunjukkan seperti apa Kazao, Nene, Masao, dan Bo-Chan di masa depan. Mereka berandai-andai, nyatanya di masa depan seperti apa. Nene yang ingin menjadi seorang idol, malah menjadi guru TK. Masao dewasa sudah cukup puas dengan satu karyanya yang lalu memilih untuk melanjutkan hidup sebagai seorang kasir sebuah minimarket. Hanya Kazao dan Bo-Chan yang impiannya terwujud seratus persen. 

Well, dalam animasi tersebut, aku juga terpikirkan dengan saat Shinosuke, dkk kembali ke masanya. Bagaimanakah mereka menjalani hidup setelah tahu masa depannya? Pasti sulit sekali. Berpura-pura tidak tahu, padahal sudah sangat mengetahui. Tahu, namun lebih memilih diam. Oke, sampai di sini, hidup yang mengalir seperti aliran sungai, prakteknya itu sangat sulit sekali. Sama seperti kata-kataku yang pernah kutulis di Instagram 2018 silam. 'Lebih baik dibenci karena mengatakan kebenaran' itu sangat beresiko. 

Lantas, bagaimanakah seyogyanya? Apa harus tetap mengalir seperti aliran air sungai? Mau ada kotoran lewat, hajar saja. Ada batu, tetap coba dilewati. Yang akhirnya, sampai juga ke hilir (baca: laut). Apa harus tetap seperti itu?

Di situlah kadang aku merasa bingung. Menurut kalian, hidup itu apa? Seperti apakah hidup itu? Apa pengandaian atau perumpamaan yang tepat untuk kata 'hidup' tersebut?

Yeah, c'est la vie. That's life. 













Comments

Place Your Ads Here