Mencoba Menggarami Sesuatu

 













Aku tidak tahu apakah ini dosa atau tidak, namun aku merasa bersalah ke beberapa orang. Oh, please, don't thinking of me negatively. Aku punya beberapa alasan kuat. Yang pertama, kejadian di minggu pertama bulan Januari ini sedikit menyadarkan aku bahwa mungkin aku sudah membuat beberapa orang menjadi tidak menyukai aku. Aku sadar mungkin penyebabnya karena tulisan-tulisan aku. Oh iya, kejadian yang aku maksud itu saat aktivitas Instagram aku dibatasi oleh pihak Instagram (yang ternyata bersumber karena link IMMANUEL'S NOTES dianggap spam oleh pihak Facebook). Dari situlah aku mulai sadar bahwa aku mungkin sudah menyakiti perasaan orang lain karena tulisan-tulisanku. 

Untuk pihak-pihak yang tersakiti, aku sekali lagi minta maaf. Percayalah, di tahun 2020 yang lalu, aku sudah beberapa kali melembutkan sendiri tone tulisan-tulisan aku, baik di IMMANUEL'S NOTES maupun di tempat-tempat lain. Namun, tetap sajamasih ada saja yang merasa tersakiti. Dan, sebagai seorang manusia yang masih memiliki akhlak, aku meminta maaf lebih dulu jika memang ada yang merasa tersakiti.






Aku bersama Kimung, Tanto, Dede, tukang gas, Bang Joni, dan Bang Ucok.






Mungkin banyak dari kalian semua yang bertanya-tanya apa yang tengah terjadi pada seorang Nuel Lubis. Aku hanya mau bilang aku memang mengalami banyak hal dalam hidup aku. Singkat cerita, aku sudah cukup sering menggunakan IMMANUEL'S NOTES untuk kepentingan pribadi aku sendiri. Aku tahu banyak pembaca IMMANUEL'S NOTES jengah kenapa IMMANUEL'S NOTES menjadi sarat kepentingan pribadi. Salah satunya, aku menggunakan IMMANUEL'S NOTES untuk mendekati seorang gadis cantik dengan beragam cara. Tak cukup dibantu oleh beberapa teman dekat aku (yang salah satunya itu sudah meninggal dunia), aku malah masih menggunakan blog aku sendiri untuk hasrat dan obsesi aku sendiri.  

Selain itu, selain tentang aku yang tengah mendekati seorang gadis cantik, aku membiarkan orang lain mengintervensi IMMANUEL'S NOTES. Setiap berjumpa dengan Almarhum Dias dan beberapa teman lainnya, aku membiarkan idealisme-idealisme mereka berkubang di IMMANUEL'S NOTES. Itulah penjelasan kenapa aku menuliskan beberapa hal yang mungkin beberapa pembaca menggeleng-gelengkan kepala saking terkesimanya. Mungkin tak sedikit di antara kalian semua yang curiga. Tumben aku menulis hal-hal seperti ini. Ada angin apa? Apakah ada yang merasuki aku? Yah, itu aku bilang makanya, aku membiarkan pikiran-pikiran mereka menginterupsi IMMANUEL'S NOTES. IMMANUEL'S NOTES menjadi kurang sentuhan pribadi dari seorang Nuel Lubis. 

Aku sengaja melakukan itu dengan niat dan tujuan baik. Aku murni hanya mau menolong teman-teman aku. Aku ingin masalah dari beberapa teman aku bisa benar-benar selesai. Nyatanya, aku sadar memang tak mudah menyelesaikan masalah seseorang (Apalagi ada satu teman yang memiliki banyak masalah yang aneh bin ajaib). Masalah aku sendiri masih belum beres-beres. Eh, aku nekat membantu teman untuk menyelesaikan masalah teman, yang bahkan membiarkan IMMANUEL'S NOTES diintervensi. 












Hanya itu yang aku bisa katakan. Itulah sebab-musabab dari tulisan-tulisan aku yang tidak biasanya. Memang pengaruh dari beberapa teman. Memang aku sengaja membiarkan IMMANUEL'S NOTES dikubangi oleh pikiran-pikiran beberapa teman aku. Sekali lagi aku minta maaf jika ada satu-dua tulisan aku yang menyakiti perasaan orang lain. Percayalah juga, di balik tulisan-tulisan aku yang tidak biasanya, tidak ada niat jahat di dalamnya. Aku percaya teman-teman aku juga tidak berniat negatif saat meminta tolong pada aku. Kalau pun ada, yah itu urusan teman aku dengan Tuhan. Bukankah membantu masalah teman itu sungguh kebaikan yang sangat luar biasa? 

Sekali lagi aku katakan, aku sungguh minta maaf. Tulisan-tulisan aku tidak memiliki niat negatif apalagi jahat. Jika ada yang tersakiti, aku meminta maaf. Aku sama sekali tak berniat untuk menyebarkan kebencian melalui tulisan. Kalau nanti ada yang merasa tersinggung karena tulisan aku, aku lagi-lagi minta maaf. Aku hanya manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan. 

Mungkin kalian tidak percaya dengan tulisan ini. Mungkin ada yang merasa ada yang aku tutupi. Kalau benar begitu, memang benar. Aku menuliskan ini juga dengan kehati-hatian. Ada beberapa hal yang menurut aku cukup aku dan Tuhan saja yang tahu. Itu masuk ke dalam ranah privasi aku. Tapi, percayalah, aku meminta maaf dengan tulus dan ikhlas. Aku sadar aku (mungkin) salah. Aku melakukan ini juga karena aku ingin menciptakan teman sebanyak-banyaknya. Selain itu, aku juga ingin menjadi terang dan garam dunia--melalui tulisan-tulisan aku. Aku ingin mencoba menggarami sesuatu yang sebelumnya tidak memiliki rasa, terlebih saat aku tengah menulis. 

Yuk, ah, kita saling berteman. Jangan terlalu menganggap serius apa yang kita lihat dan dengar. Daripada seserius itu, mending ngopi yuk. Kalau minum kopi, jangan lupa kopinya itu GICAFE, yah. Kopi dengan ekstrak ginseng, yang kelezatannya sungguh tak bisa diutarakan dengan kata-kata. 







Ada CHOCONA juga, minuman coklat bercampur rasa buah naga, loh. Yuk, order!








Untuk pemesanan: 
Nuel Lubis 
📩 immanuel.lubis@gmail.com





Comments

Place Your Ads Here