Kenangan Sebuah Kedai Es Buah

 













Jadi, begini. Akhir-akhir ini aku menemukan satu meme yang menarik, yang tengah viral di Instagram. Secara bahasa aku, isinya begini: "Aku pernah makan di Krusty Krab. Makanannya enak, tapi kasirnya malas. Eh, tapi kokinya ramah dan murah senyum. Begitulah bunyinya. 

Suatu waktu, aku mampir ke sebuah kedai. Kedai di pinggir jalan. Menunya itu es buah, sop buah, dan aneka jus.  Seperti tampak pada gambar di atas, itulah kedai yang aku datangi. Kedai es buah itu sudah ada sejak 2008. Itu saat aku masih kuliah. Saat Mami belum meninggal pula. Lumayan awet pula berjualan di lingkungan di mana aku tinggal. Kedai ini pula mengingatkan aku dengan meme Krusty Krab yang kulihat di Instagram akhir-akhir ini. 

Kenapa bisa begitu? Kenapa aku bisa merasa begitu? Menurutku, kedai es buah yang ada di foto di atas tersebut sangat meninggalkan kesan tersendiri untuk aku pribadi. Begitu masuk ke dalam kedai, lalu duduk di salah bangku, dan memesan semangkok es buah, aku langsung memperhatikan ke sekeliling aku. Sungguh kedai buah ini sangat mengalami kemajuan. Dulu, hanya menjual es buah. Sekarang, menjual aneka jus dan gado-gado. Bahkan, untuk sekarang ini, sudah ada televisi. 

Satu lagi yang membuat aku berkesan adalah kedai es buah ini membuat aku serasa terbang ke masa lalu. Begitu pesanan aku diantar, aku segera menikmati semangkok es buah tersebut. Menyeruput es buah dengan membiarkan otak aku bernostalgia sejenak. Kadang kita juga perlu mengenang masa lalu dengan cara mengunjungi tempat yang dulunya sering kita kunjungi. Itu rasanya sangat... aku bisa bilang, kepenatan pikiran jadi berkurang. 

Kembali ke meme Krusty Krab tersebut. Walau tidak harus berkaitan dengan kuliner atau dunia usaha, aku hanya mau menyampaikan, untuk apapun yang kita lakukan, jika itu sudah meninggalkan satu kesan yang cukup menohok, orang-orang (mungkin) akan seperti dalam meme Krusty Krab tersebut, yang mana yang mereka ingat tentang Krusty Krab adalah tentang kasirnya yang malas atau pemiliknya yang pelit. 

Sama halnya dengan kedai es buah itu juga. Satu hal yang membuat aku terkesan itu karena kedai ini selalu sukses mengingatkan aku dengan masa kuliah (dengan Mendiang Mami juga). Mungkin rasa es buahnya biasa saja. Tapi, nilai jual lebihnya: kedai buah ini sukses menciptakan satu memori khusus untuk aku pribadi. 

Waktu boleh berjalan. Orang-orang boleh datang dan pergi dalam hidup kita. Tapi, jejak akan selalu ada dan tidak mudah dihapuskan. Mungkin karena itulah muncul yang namanya kenangan. 







Comments

Place Your Ads Here