Kartu Perdana Sebesar Kotak Kaset

 













Yang di atas tersebut kartu perdana. Tidak seperti sekarang yang cukup tipis, dulu kartu perdana itu berukuran seperti itu. Cukup tebal. 

Omong-omong, 'dulu' yang kumaksud itu antara tahun 2002-2007. Sebelum tahun 2007, aku belum mengakrabi ponsel. Ada perjanjian antara Mendiang Mami dan aku terkait ponsel--yang intinya aku boleh memegang ponsel jika sudah kuliah. Itulah kenapa aku baru berponsel sejak 2007. Tahun 2007 adalah tahun kali pertama aku menjadi seorang mahasiswa. 

Seingatku, saat aku kali pertama dibelikan ponsel. Ponsel pertama aku adalah Nokia 1325 CDMA. Kartu perdananya sudah tipis, yang seperti sekarang ini. Mungkin memang sebelum tahun 2007, ukuran kartu perdana  masih setebal sekarang. 

Kalau tak salah ingat, saat kartu perdana masih setebal dalam gambar di atas, belum banyak provider. Kalau tidak Simpati, yah Mentari. Ponsel juga masih menggunakan antena. Untuk yang memiliki fitur kamera, kameranya itu terpisah dari ponsel. Masih ada merek Siemens dan Ericsson juga. Harga kartu perdana juga di atas seratus ribu. Mencari penjual pulsa juga tak semudah mencari pulsa di era sekarang. Seingatku, kita harus membeli minimal lima puluh ribu. Belum ada pulsa dengan nominal sepuluh dan lima ribu rupiah. Pulsa kalian habis, yah kalian harus menabung dulu. Saat itu, aku masih seorang pelajar SMP. Yah, itu sekitar tahun 2001-2004. 

Well, kartu perdana yang setebal itu eksis di awal era generasi milenial. Setelah tahun 2002 yang hingga tahun 2006 (mungkin), kartu perdana sudah tipis. Harganya pun sudah mulai merakyat. Merek ponsel makin lama makin banyak. Bentuknya makin beragam. Provider makin bertambah. 

Ada yang memiliki pengalaman tersendiri dengan kartu perdana yang tebal tersebut? Sharing, yuk!







Comments

Place Your Ads Here