Ke Manakah Mereka Setelah Meraih Golden Ball Award?













Gambar di atas merupakan sekumpulan pesepakbola yang pernah menerima Golden Ball Award. Mereka dulu sangat bersinar, sehingga harus diganjar penghargaan prestisius yang diadakan kali pertama sejak 2003. Tuttosport adalah penggagas pertamanya. Penerima penghargaan pertamanya adalah Rafael Van der Vaart, yang bermain untuk Ajax Amsterdam saat menerima Golden Ball Award. 

Rafael Van der Vaart 

Setelah menerima penghargaan tersebut, nama Van der Vaart makin lama makin naik. Hingga pada pertengahan tahun 2005, ia memutuskan pindah ke Hamburg SV. Di sana ia bermain selama dua musim. Kecemerlangannya bermain di Hamburg itu akhirnya membuat raksasa Spanyol, Real Madrid tertarik untuk merekrutnya. Di 2008, ia memutuskan pindah ke Real Madrid. Kepindahannya ke Madrid itu diikuti pula oleh rekan-rekan senegaranya. Real Madrid di musim 2008-2009 itu sangat bernuansa Belanda. Ada Ruud van Nistlerooy, Royston Drenthe, Wesley Sneijder, Arjen Robben, Klaas-Jan Huntelaar, dan Rafael Van der Vaart. Sayangnya itu terjadi hanya semusim. Selain Robben, rata-rata pemain Belanda tersebut bermain inkonsisten. Satu-dua pemain bahkan lebih sering cedera. Salah satunya, Van der Vaart sendiri. Van der Vaart akhirnya pindah ke Tottenham Hotspur. Sekarang Van der Vaart sudah pensiun dan menekuni dart. Klub terakhirnya juga bukan klub besar. Esbjerg adalah klub liga Denmark, yang kalian kurang begitu familier dengan namanya. 

Wayne Rooney 

Saat menerima penghargaan ini, Rooney dalam proses kepindahannya ke Manchester United. Ia cukup bersinar di Manchester. Tangan dingin Ferguson membuat Rooney makin matang. Ia tak lagi hobi membuat masalah. Cukup lama ia berkarir di Manchester United, walau Ferguson sudah tak melatih lagi. Usai kontraknya berakhir di 2017, Rooney memutuskan kembali ke Everton, dan hanya semusim. Musim depannya ia memilih bergabung di DC United, klub Major League Soccer. Ia bergabung selama dua musim sebelum kembali ke Inggris bersama Derby County. Di klub Championship Division tersebut, Rooney bermain sekaligus menjadi pelatih.

Lionel Messi

Saat menerima penghargaan ini, Messi berstatus pemain klub Barcelona. Sekarang ia masih bermain di Barcelona. Masih menjadi andalan, walau ia digosipkan sudah tak tahan di Barcelona. Messi merupakan salah satu penerima Golden Ball Award yang sukses mempertahankan sinarnya hingga usia senja.

Francesc Fabregas 

Cesc masih seorang pemain Arsenal saat menerima Golden Ball. Kepindahannya ke Arsenal sungguh menuai kontroversi. Barcelona menganggap Arsenal sudah menculik pemainnya yang merupakan jebolan La Masia, akademi sepak bola Barcelona. Meskipun demikian, Cesc akhirnya balik bermain untuk Barcelona hingga 2014. Sekarang ini, Cesc masih aktif bermain. Ia bermain di As Monaco, klub Ligue 1. 

Sergio Aguero

Aguero mendapatkan penghargaan ini saat membela Atletico Madrid. Kesuksesannya bermain di Madrid tersebut membuatnya direkrut oleh Manchester City. Ia masih bermain untuk The City hingga sekarang ini. Sama seperti Messi, ia masih bertaji walau usianya tak muda lagi.

Anderson

Anderson sangat bersinar saat Manchester United masih dilatih oleh Sir Alex Ferguson. Ujungnya, di 2008, ia mendapatkan penghargaan Golden Ball Award. Sayang keemasannya mulai pudar setelah Ferguson pensiun dari sepak bola. Anderson sempat dipinjamkan ke Fiorentina sebelum dilepas secara permanen ke Internacional, sebuah klub Brazil. Klub terakhirnya adalah Adana Demirspor. Di klub terakhir itulah, Anderson memutuskan untuk menjadi asisten pelatih. 

Alexandre Pato 

Pato direkrut AC Milan dari Internacional  sebelum menerima Golden Ball Award. Sayangnya penampilannya tidak konsisten. Pato lebih akrab dengan skandal daripada kecemerlangan bermain. Sekarang ia tak bermain untuk klub manapun seusai bermain untuk Sao Paolo. Saking meredupnya, Pato harus bermain di China, padahal ia masih berada di usia aktif.

Mario Balotelli 

Balotelli tengah dalam proses kepindahan ke Manchester City dari Inter Milan saat dirinya menerima penghargaan ini. Sayangnya karirnya di The City kurang begitu bagus. Tahun 2013, Balotelli dilepas ke AC Milan, lalu pindah ke Liverpool di 2014. Sekarang ia bermain untuk klub Serie B, Monza. 

Mario Götze

Götze berstatus pemain Borussia Dortmund saat menerima Golden Ball Award. Karena itulah, karirnya makin menanjak hingga dibeli Bayern Munich. Kini ia masih bermain. Ia bermain di PSV Eindhoven.

Isco

Pemain binaan Valencia B ini sempat bermain untuk Malaga sebelum makin bersinar di Real Madrid. Di Malaga, Isco mendapatkan penghargaan Golden Ball Award. Sekarang ini, posisi Isco di Real Madrid tengah kurang bagus. Ada rencana Isco akan pindah dari Real Madrid.

Paul Pogba

Memang Manchester United yang mencuatkan namanya. Namun, Juventus merupakan klub yang membuat namanya makin bersinar. Dari Golden Ball Award ke FIFA Fifpro. Sayangnya sekarang karir Pogba sedikit meredup di Manchester United. 

Raheem Sterling

Sterling bermain untuk Liverpool saat menerima Golden Ball Award. Sekarang Sterling bermain untuk Manchester City. Ia belum pensiun. Apalagi Sterling masih berada dalam usia produktif sebagai pesepakbola. 

Anthony Martial

Martial dalam proses kepindahannya ke Manchester United saat menerima penghargaan Golden Ball Award. Ia masih bermain untuk Manchester United.

Renato Sanches

Dari Benfica ke Bayern Munich. Pemain asal Portugal yang menerima Golden Ball pada tahun 2016 ini sekarang bermain untuk Lille, sebuah klub Ligue 1 yang berstatus klub gurem sebetulnya. 

Kylian Mbappe

Saat menerima Golden Ball, Mbappe tengah dipinjamkan AS Monaco ke Paris Saint Germain. Sekarang Mbappe menjadi pemain permanen untuk klub asal kota Paris tersebut.

Matthijs De Ligt

Karena kecemerlangannya bermain di Ajax Amsterdam, De Ligt meraih Golden Ball Award, lalu pindah ke Juventus. 

Jõao Felix

Kecemerlangannya dalam bermain membuat Jõao meraih penghargaan ini. Ia lalu dibeli oleh Atletico Madrid. 

Erling Haaland

Penghargaan Golden Ball Award ini jatuh ke tangan pemain Borussia Dortmund bernama Erling Haaland.

Well,  itulah sederetan pemain yang pernah meraih Golden Ball Award. Sebagian besar peraihnya malah hanya sebentar bersinarnya. Malah, lucunya, tak jarang peraihnya mengalami kemerosotan karir. Ada yang sudah direkrut oleh klub besar, eh kemudian bermain di klub yang biasa-biasa saja. Sungguh tak ada yang pasti di sepak bola. Bola juga bundar, kan. Kadang bisa di atas, kadang bisa di bawah.




Comments

Place Your Ads Here