Ngomongin Gaya Rambut Lagi








Kalian suka Nuel Lubis yang mana?







Aku menjawab sendiri pertanyaanku tempo lalu. Ternyata, potongan rambut nyaris plontos seperti itu tahannya tak begitu lama. Baru bulan Juni, baru berjalan selama dua bulan lebih, rambutku mulai menebal, mulai seperti potongan rambutku yang biasanya. Yang biasanya itu,..... yah, yang biasanya. Aku rada sulit menjelaskannya. Iya, aku tahu, dulu aku pelit memberikan foto selfie. Alhasil, para pembaca juga kesulitan memahami yang kusampaikan ini. Yah, pokoknya potongan rambut yang tak terlalu panjang, yang tak terlalu pendek. Yang sedang-sedang saja. Potongan rambut ala anak sekolah juga. Begitulah maksudku. Lalu, yang seperti itu sudah balik lagi kepadaku. Aku hanya berambut nyaris plontos hanya selama kurang lebih tiga bulan.

Selanjutnya, aku sedikit mau membicarakan mengenai berewok, kumis, dan jenggotku. Yang ini cepat sekali bertumbuhnya daripada rambut atas. Tempo lalu aku minta tukang pangkasnya membabat habis juga berewok, kumis, dan jenggotku. Eh, masa belum ada sebulan, baru seminggu kemudian, janggutku sudah mulai bertumbuh lagi? Serasa menggunakan Mak Ewok saja aku ini. Haha. Terus, karena tak kuapa-apakan, balik lebat lagi berewok aku. Membersihkannya sendiri agak repot (yang perlu waktu hampir setengah jam untuk benar-benar bersih). Karena aku harus menggunakan gunting dan pisau cukur secara bergantian. Oh iya, sekadar informasi saja, krim cukur yang putih itu gunanya untuk mempermudah kita membabat habis kumis dan janggut. Jika tak ada itu, yah jangan coba-coba mencukur janggut, yah. Haha. Dulu aku tak paham guna krim cukur buat apa. Setelah dilakukan sendiri, aku jadi sangat mengerti krim cukur itu buat apa.

Yah, sudahlah, sekian dulu, tulisanku yang amat un-faedah ini (sangat tidak berfaedah sekali malah!). Aku hanya mau mengabari bahwa (untukku pribadi) potongan rambut nyaris plontos tersebut hanya bertahan sebentar sekali. Hanya bertahan dua-tiga bulan saja. Mungkin dua-tiga bulan kemudian, aku sudah harus balik ke barbershop lagi (malasnya!). Kemudian, kumis, jenggot, dan berewok ini tumbuhnya juga sangat cepat sekali. Wah, jangan-jangan jika tak ke barbershop selama setahun, apa aku sudah berubah menjadi Sinterklas? Hohoho!

Eh, tapi aku malah pengin sekarang ini berpotongan rambut saat aku sibuk skripsi dulu. Saking hectic-nya, aku sampai lupa pangkas rambut, dan rambutku jadi agak kriwil-kriwil dan mengkribo begitu. Haha. Mungkin rambutku bakal seperti di bawah ini jika aku tak potong selama setahun, kali, yah?!




















Comments