Seperti Sebuah Warna Abu-Abu








Obed Rajagukguk.







"I'm sorry to hear that ya, Nuel. Tapi jujur itu nggak akan pernah rugi, dan apa yang kamu bilang itu nggak ada yang salah. Buat aku cuma ada satu macam white lie, yaitu buat jaga perasaan seseorang tanpa perlu merugikan pihak lain. Misalnya begini: seorang istri yang lagi hamil, gemuk, jerawatan di mana-mana, tetap harus dibilang cantik sama suaminya." - Indi Kecil Babbit, penulis buku "Waktu Aku Sama Mika"



Tulisan ini: Too Honest is not Good keluar saat 2012 kemarin. Ada satu kejadian yang membuatku jadi berpikiran seperti itu. Yup, bahwa sesekali berbohong itu tidak ada ruginya sama sekali. Yang akhirnya ada beberapa pembaca yang berdebat kusir dengan aku selaku penulisnya. Lalu, yah aku tanggapi saja sebisa aku komentar-komentar yang ada.

Oh iya, di dalam "Kamisama no Cempe Kanefe" itu juga membawa stuff bernama white lie tersebut. Itu saat Obed terpaksa membohongi kedua orangtuanya hanya demi menyenangkan ayah kandungnya, Pak Daud Rajagukguk. Dia berbohong dan menyakiti hati nuraninya sendiri. Well, benar kata salah satu pembaca, berbohong tetaplah berbohong. Mau itu white lie, mau itu black lie, suatu saat kita akan menanggung sendiri konsekuensinya. Konsekuensinya itu bisa besar, bisa kecil. Yang jelas, bohong tetaplah bohong. Jauh lebih penting kejujuran daripada kebohongan. Walaupun, kadang aku suka berpikir, mungkin white lie (agak) dibenarkan oleh Tuhan. Mungkin Tuhan tahu kita sejak awal tak ada niat berbohong. Kebohongan kita itu bukan untuk sesuatu yang buruk juga. Mungkin seperti itu. Siapa juga yang bisa mengetahui pikiran Tuhan. Apalagi pikiran Tuhan itu jauh lebih rumit daripada pikiran kita, yang jelas-jelas salah satu makhluk ciptaan-NYA. 

Oh iya, di dalan novel berwarna dominan abu-abu tersebut, banyak sekali idealisme aku. Silahkan hubungi raditeenspublisher@gmail.com jika benar-benar ingin mengenalku secara lebih dalam. Daripada termakan hasutan sana-sini, lebih baik selidiki sendiri saja Nuel Lubis orangnya seperti apa. Haha. Aku malah jadi narsis begini. Tapi, itu benar, kok. Salah satu buktinya, screenshoot di bawah ini. Bagian buku diary Obed ini terinspirasi dari salah satu komik favorit aku, Doraemon. Aku lupa di volume yang mana, tapi pernah ada bagian Nobita menuliskan diary yang seperti kubuat tersebut. Hehe.

Last but not least, butuh sekian lama aku makin lama menyadari bahwa bahwa bohong itu tidak selamanya merugikan. Ada yang namanya white lie juga. Oh iya, aku makin paham kenapa warna novelnya tersebut abu-abu. Yup, c'est la vie. Kadang bisa hitam, kadang bisa putih, tak jarang bisa menjelma menjadi abu-abu. Nah, kejujuran dan kebohongan itu seringkali seperti itu. Seperti sebuah warna abu-abu.











Comments