Nuel Lubis & "The Scream in the Starry Night"








Nuel Lubis, "Amoreureka", dan "The Scream in the Starry Night".









Baru-baru ini aku habis menonton satu drama televisi. Drama ini  diadaptasi dari sebuah manga (yang sebetulnya versi manga-nya tak begitu terkenal). Nah, di salah satu episodenya, salah satu tokohnya memasang ekspresi yang lucu banget. Aku penasaran. Seperti tahu itu terinspirasi dari mana. Kayak dari lukisan pelukis legendaris. Mungkin Pablo Picasso, mungkin juga Vincent Van Gogh. 

Olala! Ternyata ekspresi tersebut terinspirasi dari "The Scream in the Starry Night" karya Vincent Van Gogh. Haha. Omong-omong, aku dan yang ada di lukisan tersebut sudah mirip atau tidak? 

Oh iya, baik lukisan maupun drama tersebut, aku bak mendapatkan pelajaran penting. Aku teringat kata-kata salah seorang adik kelas semasa SD dan kuliah. Namanya Tesa Simatupang. Lalu, si Tesa ini pernah menyarankan aku untuk tidak terlalu memperhatikan kata-kata orang. Saat Januari kemarin, kata-katanya tersebut terasa jleb banget. Kalau kupikir-pikir, mungkin aku ini akhir-akhir ini terlalu memusingkan anggapan orang lain. Padahal, itu kan bakal tidak ada habis-habisnya. Malah, selain membuat pusing tujuh keliling, makin menambah masalah saja, yang bisa berefek ke mana-mana. Buang-buang waktu juga.

Hmmm, mungkin apa sebaiknya kubiarkan saja apa kata orang ini-orang itu, yah. Bukankah kita sendiri yang lebih mengenal diri kita sendiri (selain Tuhan YME)? Capek juga jika harus menanggapi tiap kata-kata orang lain yang masuk ke kepala kita. Lebih baik jalani saja hidup kita tanpa harus memusingkan diri anggapan-anggapan orang lain. Haha.







Comments