Feisal: "Ini Dia, Penulis Favorit Gue!"






Nuel Lubis bersama salah seorang calon pembaca "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Namanya Feisal Laras Sirait. Diambil dengan menggunakan kamera digital kepunyaan Bang Feisal.









Saat SD, temanku bernama Rainerio Bernadiaz pernah mengejekku anak mami yang cengeng. 

•••••

Saat SMP, Yohanes P-Che gencar sekali menyebutku cengeng, lemah, dan tak gentle. Walau, P-Che beberapa kali tak jarang memuji kecerdasanku. Lucu, yah. Diejek sekaligus dipuji. Haha.

•••••

Saat SMA, beberapa teman SMA, yang salah satunya bernama Wilkie Alexzander (pengelola Toko StarWin), menyebutku remaja laki-laki yang sabar, tegar, tabah, hingga..... imannya kuat sekali. 

•••••

Saat aku menjadi seorang mahasiswa, Galih, Sisca, dan Bobby menyebutku nerdy. Yup, nerdy yang berasal dari kata nerd, yang saat aku cari tahu artinya di internet, semacam julukan untuk orang-orang seperti aku, yang hobi menyendiri, yang kutu buku, yang betah berlama-lama di depan layar televisi dan komputer. 

•••••

Hingga, saat aku wisuda di tanggal 21 April 2012 di Jakarta Convention Centre, seorang teman yang sekarang sudah menjadi seorang lawyer, sebut saja Feisal Laras Sirait,..... ah, dia mendadak menarik tanganku dari kerumunan teman-teman seangkatanku di 2007. Aku kira mau mengajakku baku hantam, eh ternyata  Bang Feisal mau mengajakku foto bareng sembari berkata, "Ini dia, penulis favorit gue!" Padahal aku belum menelurkan karya apapun. Novel "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" juga masih ngendon di dalam laptop. Karena itulah, hidungku sangat kembang kempis. Sangat senang sekali aku dapat pujian seperti itu oleh Bang Feisal. Rasanya seperti terbang ke langit ketujuh. 

•••••

Then, kata-kata Bang Feisal itu masih terus terngiang-ngiang di benakku hingga sekarang ini.







Comments