Friend of Semester







Baris pertama: Sisca-Laura-Ucha-Octarama-Daniel
Baris kedua: Ilham-Dian-Fega-Alvin Boris
Baris ketiga: Budi-Nova









Semester 1
Teman yang paling cukup dekat denganku saat semester ini: Fransisca Dessyana yang punya usaha Cincao Kim's. Sejak satu kelompok saat ospek fakultas, aku dan Sisca lumayan sering sekelas bareng. Bahkan, Sisca cukup aktif mengajakku mengobrol via Friendster.


Semester 2
Entah bisa dibilang akrab atau tidak, di semester ini, aku cukup dekat dekat Alexander Bobby Wijaya, yang seorang martial artist akhir-akhir ini. Setelah sekian lama, sejak SMP, aku bertemu orang yang cukup memahami alur pikiranku. Bahkan, Bobby ini orang pertama yang sangat menyukai tulisan-tulisanku. Bobby jugalah yang membawaku masuk ke Warnet Central, lalu mengenal dunia game online.

Semester 3
Thank God, I can acknowledge a man like Alvin Boris, yang sekarang tinggal di Australia. Orangnya lucu, cukup berwawasan, humble, dan easy-going. Walau pertama kenal saat semester 2, aku makin akrab dengan Alvin saat semester 3 ini. Aku sering jalan bareng, bahkan pernah terlibat dalam satu kepanitiaan. 

Semester 4
Yang cocok menerima gelar 'Friend of Semester', itu ialah Daniel BN. Aku cukup sering sekelas bareng Daniel ini. Namun, yang paling berkesan itu saat sekelas bareng Daniel di kelas Etika Umum-nya Almarhum Ridwan Halim. Ah, kalau saat itu, aku bantu menyelamatkan absensi Daniel, mungkin aku dan Daniel ini masih sering jalan bareng di beberapa semester ke depan. Semester-semester berikutnya, Daniel out dari fakultas Hukum Atmajaya. Oh iya, Daniel ini teman mahasiswa pertama yang mengomentari naskah awal "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". 

Semester 5
Aku lupa kapan mulai kenal dengan Hendrik Tumpal. Namun, di semester inilah, aku mulai sering jalan bareng mahasiswa yang cukup sering menolongku ini. Ia mengenalkanku dengan hal-hal yang tak pernah aku ketahui sebelumnya; juga yang menghindarkanku dari hal-hal yang (mungkin) agak berbahaya untukku. Salah satu mahasiswa yang cukup bersabar denganku; juga yang paling sering mengobrol dan bercanda denganku.

Semester 6
JULIANDO DASDO! Aku cukup berterimakasih ke kelas Hukum Media (juga ke sebuah tugas kelompok yang diberikan oleh Ibu Chelsiana Chan). Karena aku jadi mengenal sosok Edo yang cukup bersahaja. Lewat Edo ini, aku jadi makin akrab dengan beberapa mahasiswa seangkatan, yang ternyata mereka memang tidak sejahat yang aku pikirkan sejak masuk kuliah kali pertama.

Semester 7 (sampai aku wisuda juga)
Kali terakhir aku berjumpa dengan Wahyudi Kosasih. Sehabis itu, selepas 2010, Yudi bagaikan ditelan ombak. Walau orangnya agak dingin, setelah kita mengenal lebih lanjut, Yudi orangnya bisa asyik, kok. Pendengar yang baik juga. Terus, Yudi ini jago sekali dalam memberikan nasehat-nasehat, yang menurutku cukup tokcer. Yudi juga lumayan setia kawan.  

Selain Yudi, aku juga cukup akrab dengan Rintisman Harta Wijaya Gea yang gokil banget. Biar gokil, Ermen ini sangat humble dan down-to-earth. Luar biasa pengertian Ermen ini. Terakhir bertemu Ermen saat 2014 kemarin. Ermen tengah sibuk mempersiapkan wisudanya, yang kemudian aku ditraktir nasi goreng dan dia menceritakan padaku tentang aktivitasnya di UKM Renang. 






* Yang aku sebutkan, seluruhnya teman seangkatanku. Sesama angkatan 2007, yang sering disebut Song-Juh. Semasa kuliah, aku memang lebih sering bergaul dan cukup eksis di Song-Juh.

Comments