Tak Ada Maksud Negatif Sama Sekali, Kok!

















Kalau membaca kembali penggalan dari salah cerita yang ada dalam serial tematis Paman Gober, aku rada tersentil. Sebab, apa yang dialami oleh Miki Tikus tersebut, yang kualami hingga sekarang ini. Entah sejak kapan, yang jelas, tiap merasa harus menulis, ya aku menulis. Serasa tergerak saja. Juga, serasa terpanggil oleh Tuhan YME.

Kadang, di satu sisi, aku bisa merasa sudah menjadi orang paling jenius yang tahu segala hal. Kadang, bisa sebaliknya. Aku merasa menjadi seorang paling dungu sedunia saking mudahnya aku dibohongi. Lucu ya?

Hal yang mau kusampaikan ialah:

Segala tulisanku itu tak ada maksud negatif sama sekali. Mungkin ada yang merasa tersinggung, ya aku minta maaf. Jangan terlalu juga diambil hati terhadap apa yang aku tulis. Bukankah lebih baik dijadikan hiburan saja? Anggap saja beberapa tulisanku itu lawakan receh. Jika kelak terjadi sesuatu, itu di luar kehendak dan kemampuan aku. Aku hanya mencoba jujur, apa adanya, dan menjadi diri sendiri lewat bahasa tulisan; juga ingin melakukan sesuatu lewat jalur tulisan. Salahkah?

Kalau seandainya ada yang merasa terusik dengan tulisan-tulisanku (terlebih dengan "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh"), sekali lagi aku minta maaf. Sekali lagi aku katakan, itu di luar kehendak dan kemampuanku. Seperti kata sebuah meme yang pernah kubaca, "Bukan salahku, Mak. Salahkan otakku ini yang nakal, Mak!" 

LoL!

Please, guys, forgive me! Just judge my writings/opuses as a stuff that can make you laugh as loud out. Thank you very much!

Aku hanya ingin berbagi saja. Share to share. Give to give.






Comments