Saturday, December 31, 2016

Nama Lain Iblis (Part 1)




Dalam beberapa serial Kamen Rider, diceritakan seorang yang dianugerahi kemampuan super, juga teknologi superdahsyat lewat sabuk, bertarung untuk melindungi Bumi dari serangan musuh-musuh berwujud aneh nan mengerikan. Nah selain Kamen Rider-nya yang bermacam-macam, musuhnya pun memiliki nama dan wujud yang beraneka ragam. Di Den O World, musuh itu disebut Imagin. Di Kiva World, itu disebutnya Fangire. Lalu ada Inves (Gaim), Worm (Kabuto), Undead (Blade), hingga Grongi (Kuuga). Asalnya mereka datang dari tempat yang sebutannya bermacam-macam. Di RX World, mereka datang dari luar angkasa. Di Gaim World, mereka datang dari Hutan Helheim. Ada pula yang mengatakan bahwa mereka datang dari spiritual landscape/underworld (Kamen Rider Wizard) dan dunia cermin (Kamen Rider Ryuki).

Sama juga seperti Sang Pencipta yang memiliki banyak julukan, sebutan, maupun nama. Pun begitu dengan Iblis dan antek-anteknya. Sang Pencipta saja memiliki banyak nama di beberapa wilayah dan kebudayaan. Ada yang menyebutnya Yahweh, ada juga yang menyebutnya Allah. Ada pula yang menyebutnya Tuhan, Sang Hyang Widi, dan Dewa Matahari. Iblis dan kroni-kroninya pun sama. Apalagi sesungguhnya Iblis ialah ciptaan Sang Pencipta. Dialah Lucifer, The Fallen Angel.  Yah, Iblis itu malaikat juga.






Tak heran, jangan dipertanyakan, suara malaikat (atau yang datangnya dari dunia tak kasatmata,--atau sebut saja spiritual landscape/underworld) pun bisa saja jadi suara penipu dan penyesat. Sebab dulu sekali, sebelum manusia makan buah terlarang (buah kuldi), sekumpulan malaikat telah memberontak kepada Sang Pencipta. Salah satu pimpinannya itu Lucifer. Usaha itu gagal. Lucifer, dkk dilemparkan ke Bumi, menuju saat-saat penghakiman. Sembari menunggu itulah, mereka tiada henti menyesatkan manusia agar jauh dari Sang Pencipta. 

Di banyak kebudayaan, iblis dan pasukannya memiliki banyak nama. Ada Hades, Beelzebul, Anubis, Satan, hingga jin. Tak hanya namanya yang berbeda-beda, bentuk mereka pun bisa bermacam-macam. Bahkan mereka bisa berubah-ubah sekena mereka. 

Gambaran 'god' pun seringkali berbeda-beda untuk tiap manusia. Ada yang bilang 'god' ini layak disembah. Ada juga yang bilang 'god' itulah yang wajib dipuja. 

Itu semua sudah berlangsung sejak awal penciptaan.