Tuesday, December 15, 2015

FTV PERTAMA: Cantik-Cantik Supir Angkot



Selasa, 15 Desember 2015, FTV "Cantik-Cantik Supir Angkot" (dengan pemain-pemainnya seperti Fero Walandouw, Masayu Clara, Lionil Hendrik, dll) tayang juga di SCTV pada jam 10.00 WIB. Akhirnya, penantian yang lumayan lama untuk menggapai mimpi yang sudah disemai sejak SMA itu. Well, dulu sekali (padahal waktu masih SMA), aku sudah pengin sekali bisa menjadi seorang scriptwriter. Tapi apa daya, Mendiang Mami tak mengijinkan untuk kuliah perfilman yang--yah untuk sebagian orang pasti tahu kenapa. Tak perlu dijelaskan lagi, kan? Hehehe.

Terkadang butuh tersesat dulu untuk sampai ke garis finis yang dikehendaki. Mulai dari masuk fakultas Hukum dulu, terus jadi bloger dulu, menulis cerpen dulu, lanjut ke menulis novel (yang masih menunggu si 'itu'), sampai akhirnya,...








...senang sekali pas buka surel pagi-pagi, salah satu orang PH mengirimi aku poster FTV-nya. Selain itu, ada seorang teman bloger yang mention aku pula di Instagram. Aduh, rasanya tak sia-sia perjuangan aku beberapa bulan terakhir agar satu sinopsis-ku diproduksi menjadi sebuah FTV. Mulai dari berguru ke +Feby Andriawan yang terus mengajariku apa saja yang harus dipenuhi agar sinopsis kita diterima pihak PH dan station. Sinopsis ini masih ditolak, ini juga ditolak, itu juga apa lagi. Hingga gara-gara mengirim satu sinopsis, suatu hari aku ditelepon pihak ScreenPlay disuruh datang ke kantor mereka yang tak jauh dari Senayan City. Di sana aku berjumpa dengan Mas Richard, sang Produser Pelaksana, yang baik hati sekali memberikanku segala trik agar sinopsis kita itu bisa diterima pihak station. Mas Richard juga baik banget, dengan memberikanku saran-saran lainnya.

Walau sudah tiga sinopsis yang ditolak, aku tidak menyerah. Terus bikin, bikin, dan bikin, hingga,... datang juga kata itu: siap diproduksi. Aih, senangnya! Penantian dan pengorbanan yang tidak sia-sia sama sekali. Puji Tuhan!

Di Facebook tadi, ada beberapa orang tanya cerita seperti apa yang dikehendaki pihak station. Nah, karena aku orangnya tak sombong, kasih bocoran sedikit, deh. Ini, nih, cerita yang dikehendaki pihak PH dan station:

1. Tema/karakter/hobi/profesi yang unik. Yah kayak cewek supir angkot, cewek penjual ape, tukang jual durian, dll, dsb.
2. Dalam sinopsis kita itu harus ada kebaharuannya. Maksudnya, cerita kita itu harus dekat dengan masyarakat sehari-hari. Kalau misalnya di masyarakat kita lagi suka musik dangdut, yah pakai saja cerita soal dangdut itu. Buat amannya, karena tren masyarakat suka berubah-ubah, bikin sinopsis dengan tema makanan saja. Kayak tukang durian yang ketemu manager mal.
3. Dari halaman pertama sampai halaman tiga (walau lebih sedikit ke halaman 4 juga tak apa), kita harus membuat reviewer terkesan dengan konflik, konflik, dan konflik.
4, Terus, yang kuamati juga, pihak PH kayaknya juga mempertimbangkan biaya produksinya. Jadi, sebisa mungkin kita bikin sinopsis yang tidak memakan biaya tinggi. Kayak "Cantik-Cantik Supir Angkot" yang judul aslinya itu "Harga Cinta Argo Taksi". Alasan revisinya sih, aku disuruh bikin profesi yang lebih memasyarakat. Tapi pas kupikir-pikir, kayaknya pertimbangan lainnya itu--yah biaya produksi deh.
5. Selain konflik cinta, juga harus ada konflik profesinya. Ada konflik utama, ada sub plot-sub plot yang terhubung ke konflik utama.

Yah begitu sih, yang bisa aku sampaikan. Maklum masih hijau di dunia per-FTV-an. Nanti segala tips dan trik-nya kuberikan satu persatu mengikuti beberapa sinopsis aku yang diterima pihak station nanti.









Full streaming: Cantik-Cantik Supir Angkot








At last, pas menonton FTV-nya, banyak perubahan plot yah? Lucu juga. Perasaan sinopsis aku itu jauh dari kata lucu, deh. Hahaha. 

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^