Monday, November 9, 2015

Empat Golongan Pekerja



Di suatu tempat, hiduplah seorang pengusaha yang amat sangat kaya raya. Saking kayanya, ia punya satu perusahaan yang memiliki banyak pekerja. Kalau si pengusaha mau memperhatikan secara seksama (sayang cenderung apatis), para pekerjanya itu bisa dipekerjakan ke dalam empat golongan besar.


Golongan pertama, mereka yang patuh dan percaya dengan si pengusaha. Apa pun yang diminta si pengusaha, mereka patuh, entah itu dilihat maupun tak terlihat.


Golongan kedua, mereka yang patuh dan percaya juga. Bedanya itu semua ditunjukkan kalau si pengusaha memperhatikan mereka saja. Kalau tidak, mereka seenaknya saja.


Golongan ketiga ini sangat diperhatikan si pengusaha. Si pengusaha ingin mereka menyadari bahwa sebetulnya mereka bekerja di perusahaan si pengusaha. Tapi pengusaha ingin mereka sadar dengan sendirinya; walau harus dengan paksaan. Pengusaha sangat memperhatikan hak-hak golongan ketiga. Mereka memang berhak tinggal dan bekerja, mengingat mereka sudah lama ada sebelum perusahaan si pengusaha berdiri. Si pengusaha selalu bersikeras agar golongan ini sadar sepenuhnya, lalu mengikatkan diri sepenuhnya pada si pengusaha.


Golongan keempat ini sempalan dari yang ketiga. Mereka sadar bahwa mereka hidup dan bekerja untuk siapa. Namun mereka terus meragukan si pengusaha karena--well, si pengusaha mungkin pernah bikin kesalahan yang menyebabkan mereka trauma untuk mempercayai kembali si pengusaha. Terkadang pengusaha sangat menyesal mengapa pernah bikin kesalahan.


Dari semua golongan, yang menarik perhatianku ialah yang pertama. Aku sangat salut dengan sikap mereka yang luar biasa pada si pengusaha. Tanpa perlu si pengusaha melakukan apa pun, mereka total patuh dan percaya sepenuhnya.




2 comments:

  1. klo aku bilang sih, ketika bos percaya sama anak buah serta membagikan haknya dg baik, ya mereka akan loyal

    ReplyDelete
  2. Aku malah salut sama golongan yg ke tiga. Baik yg pekerja maupun pengusaha sama-sama saling membutuhkan dan punya posisi tawar

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^