Tuesday, November 4, 2014

Kehidupan Murid Magang dalam #DAM







Judul: Diary Anak Magang
Penulis: +Adittya Regas 
Tebal: 308 halaman
Penerbit: Raditeens Publisher
Tahun Terbit: 2014
Harga: Rp 49.000
ISBN: 978-602-137-176-3


Novel ini... oh tidak, buku ini tepatnya yah, menceritakan mengenai kehidupan seorang murid magang di sebuah sekolah yang ada di provinsi yang mana merupakan asal muasal dari seorang Ian Kasela. 

Yah, Kalimantan Selatan. Sang penulis buku memang berasal dari Kalimantan Selatan, dari kota Banjarmasin. Entah benar, entah tidak, atau kita anggap saja 99% dari isi buku ini memang kisah nyata. Sebabnya, ada beberapa bab yang mana ceritanya itu too good to be true. Agak berbau sinetron. Tapi daripada berwak-sangka yang bukan-bukan, mari kita anggap 100% kisahnya itu kisah nyata. He-he-he. 

Buku ini... lagi dan lagi... memang menceritakan tentang kehidupan seorang Adittya Regas. Tentang pengalamannya semasa sekolah dulu. Tentang lika-likunya dalam menjalani hari-harinya sebagai seorang siswa magang, yang mana menurut pengakuannya, jadi siswa magang itu tak jauh berbeda dengan seorang pesuruh. 

Segala lika-liku anak magang yang ia tulis ini diawali dari sebuah kisah yang terjadi saat-saat ini, dimana dirinya sekarang ini memang sudah seorang mahasiswa seperti layaknya tokoh Adittya di "Diary Anak Magang". Lalu, pelan-pelan, Adittya akan membawa kita menjelajahi masa demi masa dari kenangannya saat menjadi seorang murid magang. 

Awalnya tokoh bernama Adit ini magang di sebuah kota bernama Banjar Baru. Selain demi mendapatkan sertifikat, Adit berharap dirinya bisa melupakan mantannya semasa SMP dulu. Di sini, penulisnya menyamarkan nama si mantan sebagai Dia.

Oh ya, soal nama-nama tokohnya, jujur saja sedikit membingungkan. Ini kan buku memang sejenis personal literature. Otomatis 90% kisahnya memang dari kisah nyata. Nah apakah nama-nama tokoh yang ada, selain Adit, merupakan nama yang sebenarnya? Dibilang betulan ada, ada beberapa nama yang tergolong janggal untuk jadi sebuah nama di dunia nyata ini. Contoh: Ini dan Dia. Tapi abaikan saja.

Lanjuuut.....

Kehidupan Adit di Banjar Baru ternyata kurang begitu mengenakan, saudara-saudara! Puncaknya, setelah kejadian ponsel GSM miliknya raib, ia akhirnya memutuskan untuk mencari tempat magang yang baru. Dari Banjar Baru menuju Banjarmasin (lagi). Di tempat magangnya yang baru, yaitu sebuah studio foto pernikahan. Di tempat inilah, dirinya akan bertemu dengan seorang perempuan yang menurut aneh, tapi malah bikin hatinya susah. Siapakah perempuan itu? Silakan order buku Adittya Regas ini, caranya ini yah: Diary Anak Magang.

Sumpah mati yah, saat membaca #DAM ini, perasaanku campur aduk. Kadang cengar-cengir sendiri (Humor yang ada di buku lancar bak air terjun, tanpa dibuat-buat), kadang terharu, kadang juga bisa cengo. Iya, cengo abis baca ini. Nggak nyangka saja, si Adittya Regas ini memang punya bakat untuk merangkai kata-kata. Tak seperti blog-nya yang penuh kesalahan ketik, buku #DAM ini gila banget editing-nya, nyaris bersih dari typo. Malah ketimbang disebut sebagai sebuah buku sejenis personal literature, buku ini lebih menyerupai sebuah novel. Kenapa? Yah karena seperti yang disebutkan di paragraf sebelumnya, beberapa kisahnya itu tergolong terlalu indah untuk menjadi kisah nyata.

Last but not least, berhubung aku ini seorang kutu buku, (untuk sementara) bisa kubilang buku #DAM ini memiliki ide cukup brilian. Sepertinya baru kali ini, ada sebuah buku yang membahas soal kehidupan seorang siswa magang deh. Berani jamin, andai kata buku ini berada di dalam sebuah toko buku, pasti cepat atau lambat buku ini akan diletakan di bagian buku-buku yang best seller.

Namun bagaikan gading yang tak retak, buku ini memiliki tak sedikit kelemahan. Seperti penamaan judul yang kalau ditelusuri lagi, agak sedikit rada tak sinkron dengan isi buku. Si Adittya Regas ini kurang mengeksplorasi lagi pengalaman-pengalamannya waktu magang dulu. Ia malah lebih sering membahas soal kehidupan asmaranya. Memang yah, tidak salah banyak blogger yang menjulukinya blogger galau. :D

Tapi tetap saja, buku "Diary Anak Magang" ini layak direkomendasikan. Kalian semua wajib beli. Banyak hal yang bisa kita petik dari buku #DAM ini. Jujur saja, walau Adittya ini jauh lebih muda, aku banyak belajar juga dari sekelumit pengalaman hidupnya yang tertuang dalam buku #DAM ini.

9 comments:

  1. cerita magang yang bisa diambil hikmahnya

    ReplyDelete
  2. Saya termasuk pembaca blog Adittya Regas, dan tulisan-tulisannya asik! Keren :D

    ReplyDelete
  3. "Tak seperti blog-nya yang penuh kesalahan ketik, buku #DAM ini gila banget editing-nya, nyaris bersih dari typo. Malah ketimbang disebut sebagai sebuah buku sejenis personal literature, buku ini lebih menyerupai sebuah novel. Kenapa? Yah karena seperti yang disebutkan di paragraf sebelumnya, beberapa kisahnya itu tergolong terlalu indah untuk menjadi kisah nyata."

    Ebuset pedes banget komennya bang wkwkwk
    Adit mana adit??? Nih bunuh bang nuel ngahaha

    #Kompor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... Maaf suka nggak sadar udah kasih komen Pedes. Padahal udah diusahakan sehalus mungkin bahasanya >_<

      Delete
  4. Kritik Nuel emang pedes tapi top, saya suka gaya kamu menilai sebuah buku :)

    Maaf baru kunjungan lagi Nuel.

    ReplyDelete
  5. Wiiih... premisnya bagus nih. Kayaknya baru ini ya ada buku yg ngangkat tema magang itu... :D

    Iya bro, kritik lo pedes juga. Termasuk ke buku gue dulu. Pake cabe berapa tuh, hahaha....

    ReplyDelete
  6. asikkk hahah
    thank mas kritikannya, ini benar-benar bikin saya semangat buat bikin tulisan yang lebih baik.

    terharu saya ada yang review :')

    ReplyDelete
  7. Uda masuk dalam list buku buat bulan ini, Nuel.. Meski entah kapan baru bisa bacanya :D

    ReplyDelete
  8. Wis, gue emang salut sama si Adit ini. Setelah disimpen lama, akhirnya naskah ini jadi jugaa. \:D/

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^