Saturday, March 1, 2014

10 Most Recommended Movies - Episode March





1. Nerawareta Gakuen (2012)
Diangkat dari novel legendaris yang pernah juga ditampilkan dalam bentuk drama televisi atau live-action. Jujur saja, dari awal hingga pertengahan, film animasi ini cukup membingungkan. Justru baru paham alurnya saat mendekati akhir. Nerawareta Gakuen ini sendiri memang berhubungan erat dengan sci-fi. Makanya agak membingungkan alurnya. Dimana ceritanya bermula saat Ryouichi Kyougoku tiba di Bumi dari masa depan, demi sebuah misi penting.
RATE: 80







2. Princess Toyotomi (2011)
Bisa dibilang film ini hampir mirip dengan Da Vinci Code. Dan film ini menceritakan mengenai tiga orang auditor yang berdinas ke Osaka. Sesampai di sana, sang pimpinan mulai merasa janggal dengan kantor HRH Foundation. Hingga akhirnya terkuak bahwa kantor yang bentuknya mirip kastil itu didiami oleh sekelompok orang yang secara khusus melindungi Osaka, terlebih lagi Putri Toyotomi.

Hanya saja, masih banyak scene yang membingungkan. Contohnya seperti, diceritakan Chako Hashiba - seorang gadis tomboy - sebetulnya merupakan Putri Toyotomi. Mulai deh mengernyitkan dahi. Bagaimana mungkin ada seorang yang bisa bertahan sekian ratus tahun dan mengambil rupa seorang gadis SMA?
RATE: 75







3. Happiness for Sale (2013)
Ini mungkin versi Korea dari Pursuit of Happiness. Ceritanya tentang seorang perempuan yang bekerja sebagai penagih pajak. Awalnya ia begitu menyukai kehidupannya sebagai gadis metropolitan. Ia bahkan menolak permintaan ayahnya untuk kembali ke kampung halaman. Yah itu sampai pada akhirnya, karena emosinya yang sedang naik-naiknya, ia diskorsing dan disuruh berlibur. Terpaksa deh ia pulang kampung. Di sana sebetulnya tak kerasan. Namun makin lama makin betah. Sebab ada seorang siswi SD yang menyadarkannya. Ia jadi sadar akan makna kebahagiaan.
RATE: 100







4. Going by the Book (2007)
Film ini lucu. Kocak banget. Bermula saat kepala polisi mendapat pengaduan dari sebuah bank atas makin meningkatnya kasus perampokan. Maka dari itu, digagaslah sebuah rencana 'jenius': simulasi perampokan. Dan Jung-Dong-Man kebagian jadi perampoknya. Mungkin karena polos atau apa, saat menjalankan tugasnya, ia malah tak terlihat seperti seorang perampok bank. Terlalu sopan. Selanjutnya Dong-Man ini bakal merepotkan bos dan para rekan kerjanya yang lain melalui aksinya menyandera bank. Mereka semua dibikinnya menunggu hingga menjelang tengah malam. Semakin konyol lagi, simulasi itu ditampilkan live seluruh Korea.
RATE: 100







5. Officer of the Year (2010)
Dua kantor polisi saling bersaing. Itu antara Kepolisian Resor Distrik Mapo dengan Kepolisian Sektor Seodaemun. Persaingannya itu akibat penghargaan "Officer of the Year", beserta uang 30 juta won. Yang Mapo, pimpinannya menunjuk Joo-Jin-Moo yang sudah berpengalaman. Sementara yang Seodaemun, pimpinannya menunjuk Jung-Wei-Chan yang baru lulus dari akademi kepolisian. Nah ternyata Joo dan Jung ini sahabat sejak di akademi polisi; hanya saja Joo lulus lebih dahulu. Keduanya memang sudah saling bersaing sejak di akademi. Tak heran, persaingan antara Mapo dan Seodaemun jadi makin seru. Sayangnya mereka mengejar penjahat semata-mata demi penghargaan. Begini deh kalau aspek keamanan dan ketertiban dipolitisasi.
RATE: 100







6. Real Steel (2011)
Masih heran mengapa film ini tak kunjung diputar di Indonesia? Ini film keluarga yang wajib ditonton oleh anak-anak (tentunya dengan pengawasan orang dewasa). Mengajarkan pada mereka untuk tak menyerah; juga untuk tidak takut mencoba hal-hal yang terkesan mustahil. Walau dari kavernya, terkesan sebagai film lagi. Seimbang kok porsi drama dan porsi laganya.

Sepertinya tak perlu diceritakan lagi soal alurnya seperti apa. Sudah banyak situs atau blog yang membuat review soal film ini. Silakan di-googling sendiri deh! Hehehe.
RATE: 100









7. 3AM Part 2 (2014)
Jangan lihat buku dari kavernya. Jangan menilai sebuah film karena sinematografinya agak buruk. Itulah yang terjadi pada 3AM, film omnibus asal Thailand. Jujur saja, efek visual tidak rapi dibikin. Ada adegan dimana seorang wanita ditabrak mobil; tapi si wanita malah lebih terlihat terbang dan menjatuhkan diri. Tapi secara cerita bagus.

3AM Part 2 merupakan film omnibus. Walau omnibus, tiga kisahnya saling berkaitan. Kisah pertama: The Third Night, tentang sekelompok biker yang mengunjungi pemakaman dari teman mereka. Kisah kedua; Convent, tentang seorang siswi di sebuah catholic boarding school, yang ternyata seorang lesbian dan sudah lama menjalani hubungan lesbian dengan teman perempuannya yang feminin. Karena kecewa, ia nekat mendatangi sebuah gereja angker. Kisah ketiga: The Offering, tentang tiga orang yang mati mengenaskan dan baru sadar sudah mati setelah beberapa jam kemudian. Dan semua kisahnya bermula di sebuah rumah yang mengurus pengkremasian. Selain itu, kisah ketiga itu yang terkonyol.
RATE: 75










8. Robocop (2014)
Sungguh kecewa menontonnya. Sebab alurnya mudah ditebak. Memang sih secara efek, bagus. Buat penggila film-film yang mengandalkan efek spesial, pasti suka deh. Tidak perlu mikir juga kan? Hehehe.

Robocop versus 2014 ini sendiri bermula dari kekisruhan di Kongres Senat di Amerika Serikat. Ada pihak yang mengusulkan menggunakan robot untuk memberantas kejahatan; tapi ditentang. Lalu muncul ide untuk menggunakan manusia android. Dan selanjutnya diceritakan - Alex Murphy, seorang polisi, yang mengalami musibah di halaman parkirnya sendiri. Nah dari situlah, kenapa kubilang mudah ditebak. Sedikit twist. Hanya dar-der-dor saja yang bisa dinikmati.
RATE: 75








9. Frozen (2013)
Diangkat dari dongeng HC Andersen yang berjudul The Snow Queen. Menceritakan tentang seorang kakak yang bernama Elsa, mengidap cryokinesis. Apa saja yang disentuhnya bakal menjadi es. Karena itulah, juga karena kecelakaan yang menimpa adiknya, ia dikarantina untuk belajar mengontrol kekuatannya lewat mengontrol emosi.

Oke, film animasi ini sebetulnya cukup bagus; mengajarkan tentang nilai kekeluargaan. Hanya tidak sebombastis yang orang-orang bilang. Maaf yah, film ini membingungkan. Jangan bilang aku aneh atau apa, nyatanya begitu. Seperti saat adiknya, Anna, meminta dirinya untuk merestui pernikahannya dengan Pangeran Hans. Di sini, karena terus didesak, Elsa naik pitam; dan jadilah kawasan itu jadi seperti di kutub. Lagian kenapa harus semarah itu? Apa Elsa itu karakternya emosional? Kalau iya, kenapa tidak ditunjukan di awal film karakter mudah marahnya itu? Dan itu masih salah satu contoh.
RATE: 80








10. Rise of the Planet of the Apes (2011)
Ketimbang versi yang lama, lebih menyukai versi yang ini. Suka dengan tema yang diangkat. Tentang perlindungan satwa, walau lebih spesifik ke kera. Film ini juga bakal susah untuk dilupakan. Pesan moralnya mengena sekali. Bahwa tiap perbuatan pasti ada konsekuensinya. Seperti sekelompok ilmuwan tersebut yang akhirnya dibuat repot akibat serum pintar yang disuntikan ke salah satu kera. Yah meskipun maksudnya baik - untuk menemukan obat penyembuh alzheimer, tetap saja tidak layak menggunakan binatang sebagai kelinci percobaan.
RATE: 100






* Sumber gambar bisa dilihat dengan mengklik kanan gambar yang bersangkutan.