Friday, November 15, 2013

(Mungkin) 10 Perbedaan Anime Dengan Kartun Western


Anime. Siapa sih tidak mengenal anime. Umumnya kalau kata itu melintas di pikiran, pasti selalu terhubungkan ke satu negara: Jepang. Bahkan sempat menemukan ada beberapa orang yang tidak tahu bahwa anime sama cartoon itu sebetulnya sama. Bedanya, hanya di penyebutan. Tahukah kalian? Anime itu berasal dari kata animation - yang dibaca enimesyong oleh orang Jepang. Sama itu dengan dorama untuk drama. Begitupun dengan manga. Manga itu komik juga. Eh tapi, kalau ditelisik lebih jauh, antara animasi Jepang dengan animasi Western, ada bedanya memang. Bedanya itu....

1. Dari guratan
Sudah dikenal, kalau anime itu berciri khaskan: mata lebar - yang dibuat menawan untuk dilihat, rambut berwarna, dan hidung runcing nan kecil. Berbeda sekali dengan kartun Western yang kebanyakan (Pengamatanku) itu dibuat bermata kecil - bahkan nyaris seperti titik. Guratan khas Western pun seringkali lucu dilihat - karena bersifat komikal.

Guratan komik Western memang lucu dilihat. Sangat menghibur, walau tak mengerti alur sama sekali.


2. Alur cerita
Kebanyakan (Sekali lagi, kebanyakan; jadi memungkinkan ada anomali) anime ceritanya lebih manusiawi dengan tokoh-tokohnya sudah pasti orang. Berbeda dengan kartun Western yang lumayan banyak ditemukan tokoh-tokoh non-manusia dan sering sekali menggunakan metafora atau personifikasi. Yah itu seperti Spongebob, Tom & Jerry, Shaun and the Sheep, atau Thomas and Friends. Kalaupun ada anime yang tokohnya bukan orang, jarang ditemukan; begitupun sebaliknya. Tak heran, kartun Western yang paling sering dicurigai memiliki subliminal message. Selain itu, alur cerita anime lebih rumit daripada kartun Western yang terlihat sekali itu murni untuk hiburan mata. Mungkin karena tokohnya adalah manusia, makanya alur ceritanya terlihat lebih manusiawi.

Ini salah satu anime yang punya tokoh non-manusia. 


3. Cara pembuatan
Katanya sih, cara pembuatan anime (Bisa juga manga) masih manual; masih menggunakan tangan. Dan kartun Western sudah mulai melirik komputer. Hmm, aku kok skeptis sih yah? Masa sih? Soalnya sekarang peredaran anime atau manga itu luar biasa banyak. Masakan masih menggunakan tangan? Serius nih? Masa sih? Demi apa? (* Berikutnya digampar para weaboo atau wapanese).

Masa sih gambar seperti ini masih digambar menggunakan tangan? 


4. Biasanya anime timbul karena komik atau novel; jarang yang sebaliknya. Sedangkan kartun Western tidak begitu. Ada yang komiknya dulu ada, baru kartunnya. Ada pula yang hanya ada versi komiknya saja. Hal ini sangat berbeda dengan anime yang 80 % pasti bersumber dari komik atau novel.

Spongebob itu kartun dulu, baru ada komiknya. 


5. Pewarnaan
Dari pengamatan (Sekali lagi, pengamatanku), anime itu lebih penuh warna (baca: colourful) daripada kartun Western. Dalam kartun Western, biasanya pewarnaannya lebih menitik-beratkan pada realitas yang ada. Lihat saja, Looney Tunes atau Donal Bebek yang pewarnaannya jarang ditemukan yang norak. Tokoh diwarnai seperti realitas. Krab diwarnai merah, karena kebanyakan kepiting berwarna merah. Kenapa warna Bugs Bunny harus abu-abu? Yah karena kebanyakan kelinci berwarna itu. Donal berwarna putih, karena bebek seringnya berwarna putih. Sebaliknya, di anime, kita sering sekali menemukan perpaduan/permainan warna yang norak. Rambut berwarna yang tak lazim atau perpaduan warna celana dengan baju yang tak matching.

Rambut kuning, berkumis kucing, dan model kerah baju yang.... norak tapi eye-catching. 


6. Genre
Pada anime, kita sering menemukan banyak genre. Ada shoujo, seinen, harem, atau ecchi. Sedangkan untuk kartun Western, hmm... jarang yah menemukan pengklasifikasiannya. Paling pengklasifikasiannya hanya berdasarkan usia (Sekali lagi, ini hanya berdasarkan pengamatanku); tapi tidak berdasarkan cerita.

Biasanya hanya anime/manga yang punya pengklasifikasian seperti ini. Diklasifikasikan berdasarkan cerita, tak semata-mata usia penikmat. 


7. Tingkat imajinasi
Sorry to say, kartun Western itu lebih imajinatif daripada anime.  Bahkan saking imajinatifnya, sering ditemukan adegan-adegan yang sangat tak logis. Contoh seperti di Tom & Jerry. Masuk akal nggak, orang ditimpa piano tapi masih bisa hidup? Atau seperti di Spongebob Squarepants. Patrick pernah diceritakan memotong dirinya sendiri, lalu  bisa disatukan lagi. Hal yang satu ini jarang sekali ditemukan pada anime. Kalau ada, yah itu anomali berarti. Hanya minoritas. Biasanya kalau pun mengandung unsur imajinatif, tapi anime selalu berada dalam zona kelogisan. Seperti yang terjadi di Detektif Conan. Memang irasional sih, ada orang mengerut karena obat. Tapi pernah tidak melihat Conan atau Shinichi tertimpa apa gitu, terus masih bisa utuh lagi? Belum pernah, kan? Nah itu dia.

Biasanya habis ditembak, entah bagaimana caranya yang tertembak bisa hidup lagi. Itu sering terjadi di kartun Western.


8. Kalau kalian perhatikan, walau seringkali menggunakan metafora, sebetulnya kartun Western-lah yang lebih manusiawi. Di anime, menurut pengamatanku, pergerakan tiap tokohnya masih terasa kaku; tidak tampak hidup. Perhatikan saja saat tokoh sebuah anime bergerak; itu terlihat aneh cara berlarinya. Berbeda dengan di kartun Western yang seolah-olah tokohnya itu hidup, padahal hanya tokoh imajiner.





9. Soundtrack
Soundtrack kartun Western biasanya yah murni untuk hiburan dan seringkali tak berhubungan dengan ceritanya. Berbeda sekali dengan anime yang soundtrack-nya pasti 80% menggambarkan isi cerita dan liriknya selalu penuh makna.

10. Apa yah satu lagi? Hmm, mungkin kartun Western cenderung menghibur, lalu anime tak sekedar menghibur. Kalau menurut kalian apa bedanya kartun Western dengan anime?




* Sumber gambar bisa dilihat dengan mengklik kanan gambar yang bersangkutan