Friday, November 8, 2013

ANOTHER FICTION: Si Tomboy bisa cantik juga?






            Elyana terlihat kikuk melihat teman-temannya menatapnya, khususnya anak laki-laki. Mereka semua kaget dan begitu terpesonanya menyaksikan penampilan dirinya. Mereka semua tak menyangka Elyana berpakaian kebaya di hari Kartini.
Apalagi mereka semua tahu Elyana itu anak perempuan tomboy yang nyaris tak pernah kelihatan berpakaian seperti anak-anak perempuan lainnya. Jika bukan dilarang orangtuanya, rambutnya pasti sudah dipotong pendek seperti anak-anak laki-laki. Padahal, andai kata dipotong, Elyana dan Rista pasti bisa dibedakan.
            Berbeda sekali dengan kembarannya, Rista. Rista begitu terlihat seperti anak perempuan, malah jadi terlihat genit. Selain rambut panjangnya yang dibiarkan berkibar-kibar diterbangkan angin, Rista begitu suka berdandan. Ibu mereka sampai kerepotan melarangnya menggunakan lipstick atau pun peralatan make-up. Kalau disuruh dandan, Rista-lah yang begitu antusias.
            Kalau Elyana sih, ia benci dandan. Saking bencinya dandan, ia pernah kena omelan ibunya. Ia diomeli, sebab pergi ke sekolah dengan rambut awut-awutan. Cara berpakaiannya juga asal-asalan. Tak usah heran, ibunya selalu ngomel tiap pagi karena betapa berantakannya ia berpakaian ke sekolah.
            Biasanya saat diomeli, Elyana jengkel. Tapi berikutnya, emosinya reda. Di sekolah, ia malah berterimakasih pada ibu. Berkat omelan sang ibunda, ia tak jadi dihukum karena cara berpakaiannya yang berantakan. (<< Baru sadar paragraf ini aneh banget dan nggak habis pikir sebetulnya maksudku apa yah menuliskannya???)
            “Tuh, Elyana,” bisik Rista pada kembarannya yang tomboy. “anak laki-laki banyak yang jadi lihatin kamu. Itu artinya kamu itu cantik.”
            “Masak sih?” balas Elyana tak percaya.
            “Iya, Elyana… Ngapain juga aku bohong.” kata Rista terus meyakini Elyana.
            “Tapi tetap saja enggak bisa secantik kamu, Ris.”
            “Kok gitu? Kita kan anak kembar. Kalau aku cantik, yah kamu juga cantik, dong.”
            Setelah mereka duduk di bangku, banyak anak laki-laki yang mengerumuni mereka. Kali ini, bukan untuk Rista, tapi untuk Elyana. Juga bukan untuk meminta pekerjaan rumahnya, melainkan semata-mata karena penampilan baru Elyana. Eh saat ini kan, di hari Kartini, tak ada kegiatan belajar mengajar. Hanya ada pentas seni, dan nantinya akan ada lomba peragaan busana mirip Kartini.
            “Wow…” ujar Doni, anak laki-laki yang suka berkelahi dengannya. “Siapa sangka si tomboy bisa cantik juga.”

            Elyana tak menjawab, selain tersipu malu. Dari arah belakangnya, terdengar suara bisikan. Dari kembarannya, Rista. Kembarannya itu membisikinya sesuatu, “Tuh kan, aku benar. Kamu tuh memang cantik lagi, El.”







* Flash Fiction ini merupakan salah satu tulisan yang ada dalam buku antologi "LITTLE KARTINI" yang digagas oleh Mbak Anung De Lizta. Mohon setelah membacanya, diharapkan membeli pula bukunya dengan mengakses grup bersangkutan di FB: Little Kartini. Harga Rp 38.000. Selain karyaku ini, ada banyak cerita-cerita menarik lainnya. Mari dukung dunia kepenulisan Indonesia!