Thursday, June 20, 2013

Sedikit Gambaran tentang Hukum di JATUH CINTA LAGI


Selama ini, amat jarang ada film Indonesia yang (sedikit) bernuansa hukum. Kalau film luar, yah mungkin banyak-lah yah; apalagi tipe film-film seri seperti Prison Break. Jangankan film, sinetron dan FTV juga jarang. Kebanyakan hanya jadi cemeo dan ngaco. Iya, ngaco - ngaco banget pemaparan nuansa hukumnya. Pantas saja, kebanyakan warga Indonesia masih buta hukum. He-he-he.




Tapi tak semuanya. Ada sebuah film lokal yang bernuansa hukum. Judulnya itu "Jatuh Cinta Lagi". Film besutan Rizal Mantovani di tahun 2006 ini bercerita tentang dua orang pengacara yang tadinya rival, eh mendadak malah saling jatuh cinta. Adalah Lila dan Andre, nama pengacara-pengacara itu. Lila mewakili kliennya, seorang pria, yang berada dalam kasus perceraian dengan istrinya, seorang pedangdut. Awalnya ini, Lila menolak. Kantor hukumnya yang menangani kasus secara pro bono (baca: gratis) biasanya membela kaum wanita; bukannya pria. Sementara itu, di sisi lain, Andre biasanya menangani kasus-kasus besar yang bayarannya fantastis. Untuk suatu hal, dia jadi menangani kasus perceraian artis dan membela si pedangdut, Angel.

Cerita pun berlanjut. Andre dan Lila bersaing sengit untuk memenangkan perkara. Di sela-sela kepentingan mereka membela klien, Andre rupanya menaruh hati pada Lila. Awal-awalnya juga, Lila skeptis dengan Andre. Cewek yang diperankan Krisdayanti ini beranggapan si Andre yang diperankan Gary Iskak hanyalah sedang mengupayakan trik-trik agar memenangkan perkara. Yah memang, kelak Andre bakal memenangkan perkara. Si pedangdut berhasil mendapatkan hak asuh atas putranya. Tapi ke depannya, mungkin karena cintanya yang demikian besar untuk Lila, ia sadar dengan gaya hidup dan caranya bekerja sebagai pengacara yang salah kaprah. Apalagi kelak juga terbukti tabiat Angel yang sesungguhnya.

Bicara soal nuansa hukumnya itu, bisa dibilang - sebagai Sarjana Hukum - tak ada pembodohan. Latar pengadilannya juga sama. Begitu pun dengan alur ke persidangannya. Sepertinya para sineasnya sudah melakukan riset dengan baik. Yah meskipun kurang berkesan. Bisa dimaklumi, mengingat genrenya itu komedi-romantis. Tapi bolehlah diacungi jempol atas usaha memberikan pendidikan hukum ke masyarakat awam lewat memberikan sepercik hal tentang dunia hukum Indonesia yang sesungguhnya. Apalagi film ini juga terdapat kritik sosial terhadap fenomena artis cerai di masyarakat kita.

Akhir kata, dengan nuansa hukum yang terkandung dalam filmnya, dengan adanya kritik sosial yang cukup terlihat, atau pun persoalan asmaranya yang agak tidak klise, sepertinya nilai 7,5 sudah layak untuk film ini.

3 comments:

  1. keren neh ada kd plus ttg pengacara, kan jarang tuh kebayakan yang disorot artisnya eeh ini pengacaranya :D

    ReplyDelete
  2. ditambahi komentar tentang hukum yang dimuat dalam ceritanya donk menurut Nuel, S.H.
    heheheee.....

    Yang bener tu KD maen film....
    ckckckckckckk....
    :P

    ReplyDelete
  3. perlu lebih banyak lagi pilm kayak begini

    di film ini lawan mainnya KD mirip Raul Lemes ya..

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^