Wednesday, May 29, 2013

Barcelona Te Amo yang cukup kompleks


Bukan soal deskripsi latar tempatnya yang bikin terkesan, bukan juga soal kedalaman si penulis yang cukup paham dunia seni. Namun cara membawakannya itu yang menarik perhatian. Sudut pandang yang digunakan Mbak Enno itu... wah banget. Mbak Enno menggunakan sudut pandang 'dia sebagai pengamat yang sok tahu'. Si narator seolah-olah nyaris selalu berada  di dekat tiap tokohnya.

Selain soal sudut pandang, yang bikin terkesan lainnya itu adalah:  soal plotnya yang cukup kompleks dan tak terduga. Alurnya itu cukup kompleks. Tak melulu bicara soal cinta, padahal dari judulnya saja kita tahu ini novel cinta. Ceritanya benar-benar di luar dugaan. Siapa sangka, di tengah-tengah cerita, kita disuguhi sebuah kisah hilangnya lukisan Picasso dan tak menyadari pelakunya itu... yah sepupu si tokoh utama. Diksinya juga berkelas, walau ada pemborosan kata. Tapi sih, novelnya memang bagus sekali dan jelas ini konsumsi dewasa. Bukan karena ada unsur pornonya, tapi memang temanya (agak) berat untuk dibaca oleh para pembaca remaja.

sumber






Barcelona Te Amo ini sendiri bercerita mengenai Katya. Itulah tokoh utamanya - bersama Manuel Estefan, seorang kurator asal Catalan, Spanyol. Dia ini pergi kuliah ke sana demi satu misi: agar Sandra, sepupunya yang manja dan anti tanggung jawab bisa bahagia bersama Evan. Evan ini teman bermain mereka berdua yang rupanya punya rasa ke mereka berdua sekaligus; dan menariknya, keduanya menyukai Evan.

Selepas kuliah di sana, terjadilah suatu insiden yang melibatkan Sandra. Insiden itu membuat Sandra mengungsi ke Spanyol dan lagi-lagi mengacaukan kehidupan Katya. Awalnya Katya bisa bersabar. Makin lama, kesabarannya habis (walau bagian saat emosinya memuncak itu terasa kurang gereget). Hilangnya lukisan Picasso; hancurnya lukisan Dandelion ciptaannya; hingga skandal yang diciptakan sepupunya itu, membuat Katya senewen. Ia menyuruh Sandra pulang ke Indonesia, berikut ia menyusulinya untuk membereskan skandal tersebut. Seusai skandal itu, ini benar-benar gimik sekali. Benar-benar tak menyangka, Manuel Estefan yang kaku mengungkapkan cintanya pada Katya. Dari awal cerita sampai akhir, tak ada petunjuk sama sekali soal akhir ceritanya itu. Sebab, hubungan Katya dan Manuel memang terlihat seperti hubungan profesi belaka.

Hmm... akhirnya tibalah saatnya memberikan nilai. Tak tanggung-tanggung, novel Barcelona Te Amo ini dapat nilai 9, deh.