Sunday, May 26, 2013

ANOTHER FICTION: Ulang Tahun Berdarah




            Aku tahu. Tahu-lah mereka semua pasti sedang membikin kejutan di hari ini. Hari ini tanggal dua puluh enam mei, bukan? Sekarang usiaku tepat seperempat abad. Pastinya juga, alasan mama menyuruhku berolahraga pagi, yah untuk itu. Sebetulnya  juga, jujur, aku ogah berolahraga pagi. Semalam aku lembur menyelesaikan naskah novel thriller yang akan diserahkan ke penerbit senin besok. Fukitsu.

            Aku terpaksa pagi… itu demi membiarkan mereka melaksanakan aksi mereka. Sudah jadi tradisi di keluarga Fujiyama, tiap ada yang berulangtahun, orang itu harus ‘disingkirkan’ dari rumah kecil kediaman kami. Bulan lalu, adikku, Takeo disuruh berangkat kuliah pagi-pagi buta sekali. Padahal, kalian tahu, dia kuliah jam satu siang waktu itu. Hanya saja, Takeo tahu maksud dari aksi orangtua kami itu. Walau sudah tahu, dia tetap mau ‘disingkirkan’. Apalagi kejutan yang diberikan juga selalu unik dan berbekas di hati yang berulangtahun. 

            Oke, sekarang sudah jam sembilan. Saatnya pulang. Jantungku berdebar-debar. Kejutan macam apa yang mau diberikan keluargaku, yah? Dari taman kota, aku mulai menderapkan kakiku kembali ke rumah. Kurang lebih itu memakan waktu lima belas menit. 

            Namun… ada sebuah anomali terjadi pagi ini. Baru jarak satu kilometer, aku mendengar suara tasukete. Itu terjadi beberapa kali dan datang dari arah rumahku, istanaku. Awalnya kupikir ini kejutan, tapi entah mengapa jantungku berdebar-debar tak menentu. Tiap kusapih, bulu kuduk ini terus berdiri. Apa pula ini? Lebih baik segera kupercepat saja langkahku. 

            Fukitsu… fukitsu… fukitsu…

            Jyoudan deshou. Hontou ni… rumahku kemalingan? Tapi beberapa kali kulihat pun, pemandangan yang kulihat tetap seperti itu. Dari arah kejauhan, dari balik tiang listrik, kuamati beberapa gerombolan polisi berusaha menyetop beberapa laskar perampok biadab tersebut. Walau polisi-polisi itu sudah berteriak lantang: “YAMERO!!!”, gerombolan perampok itu tetap saja berusaha menerobos kerumunan polisi. Bahkan mereka berani mengacungkan pistol pada polisi. Sungguh situasinya itu seperti bertemu kappa, zashiki warashi atau kuchisake-onna. 


Sumber gambar? Klik kanan.


            Di sela-sela keadaan yang memanas, ada sesuatu dalam ragaku yang mendesak untuk segera masuk ke dalam rumah. Benar saja, ini memang bukan kejutan dari keluargaku. Ini benar-benar tragedi. Baru di pintu masuk saja, aku tercenung menyaksikan otoo-san berlumuran darah. Ia mendongak ke arahku seraya berucap lirih, “Gomen ne, Shinichi, ulang tahunmu jadi berantakan seperti ini…”

            Tak tahu harus membalas apa, namun pada akhirnya aku merespon, “Nande, otoo-san? Apa terjadi sesungguhnya?”

            Daijyoubu, hanya sekelompok orang tak dikenal masuk ke rumah, menyodorkan pistol, dan berusaha menjarah. Otoo-san, okaa-san, Takeo-chan selamat, kok. Paling hanya terkena luka tembak saja karena berusaha melawan.”

            Bakana koto shinaide, otoo-san. Luka parah seperti ini dibilang tidak parah.” Papa memang seperti itu. Selalu berusaha tegar, walau nyatanya mengalami situasi perih. “Otoo-san, sekarang dimana okaa-san dan Takeo-chan?”

            “Mungkin di ruang keluarga.  Awalnya kami semua sedang bersiap-siap di sana, sesaat mereka semua masuk dan menyergap kami. Setelah itu, mereka langsung mengikat kami. Beruntung otoo-san menyimpan cutter kecil di kantong celana, jadi otoo-san bisa kabur dan berusaha meringkus mereka. Yah walau akhirnya malah jadi seperti ini. Tapi, daijyoubu; anggap saja ini sebagai seppuku.”

            Seppuku? Dou iu mi? Jyoudan deshou?” timpalku. 

            Papa hanya cekikikan di tengah-tengah kondisinya yang kritis.  Di saat bersamaan, beberapa polisi dan paramedis masuk ke rumah. Paramedis-paramedis itu segera menggotong papa. Saat dinaikan ke atas tandu, papa sempat-sempatnya bicara, “Oh iya, Shinichi-chan, omedetou gozaimasu.”

            “Otoo-san, kamu jangan bicara banyak dulu. Lukamu bisa semakin parah. Wakatta deshou?”

            Sokka,” jawab papa lirih. “Ganbatte desu yo, Shinichi-chan.”

            Zettai.” Balasku sambil berlinang air mata. 

      Segera langsung saja, petugas paramedis membawa pergi papa. Dalam hati, aku berdoa pada Asi-nadzuchi dan Te-nadzuchi, berharap akan kesembuhan papa. Setelah papa dibawa keluar, terburu-buru aku masuk bersama para polisi ini ke dalam ruang tamu. Di saat polisi-polisi itu sedang memeriksa lebih lanjut rumah kami, aku langsung menghampiri mama dan Takeo. Kubuka ikatannya sembari memeluk dan berkata, “Yokatta, kalian selamat.” 

            “Mana otoo-san?” tanya Takeo.

            “Dibawa ke rumah sakit.” jawabku nyaris tanpa senyum. 

            Otoo-san-mu itu tak apa-apa, kan? Okaa-san mendengar suara tembakan, soalnya.” Mama mulai panik. 

            Mochiron.”

            Majide?” Mama sepertinya tak percaya.

            Zettai, okaa-san.”

            Yatta, yokatta.” Sahut Takeo dengan cengiran lebar. “Kamisama ni kansha suru.

            Baka. Baka Takeo.” Aku tertawa getir mendengar reaksi adikku itu.
           

PS:
Fukitsu = Damn.
Wakatta deshou = Mengerti, kan?
Yamero = Berhenti.
Hontou ni = Demi apa?
Yatta = Asyik / hore.
Mochiron = Tentu.
Zettai = Pasti.
Dou iu mi = Maksudmu?
Sokka = Oh begitu?
Nande = Kenapa?
Baka = Bodoh!
Jyoudan deshou = Bercanda, kan?
Majide = Serius?
Ganbatte = Semangat!
Omedetou gozaimasu = Selamat ulang tahun!
Bakana koto shinaide = Jangan konyol!
Kamisama ni kansha suru = Terimakasih, Tuhan!
Otoo-san = Ayah.
Okaa-san = Ibu.
Asi-Nadzuchi dan Te-Nadzuchi = Nama dewa bumi dalam mitologi Jepang.
Kuchisake-onna = Hantu wanita bermulut sobek.
Kappa = Makhluk mitologi Jepang yang hidup di sungai.
Zashiki warashi =Hantu berwujud anak perempuan -berusia lima-enam tahunan - yang berponi dan bermuka merah. Biasanya banyak ditemukan di rumah-rumah tua yang berukuran besar.
Seppuku = Ritual bunuh diri untuk menjaga kehormatan.

* Cerita edisi ulang tahun, yang mana si empunya blog memang berulang tahun kedua puluh lima tahun tanggal 26 mei sekarang. 


 γŠθͺ•η”Ÿζ—₯γŠγ‚γ§γ¨γ†γ”γ–γ„γΎγ™, γ‚€γƒžγƒŒγ‚¨γƒ« !!!