Tuesday, November 15, 2011

REVIEW: The Adventure of Tin-Tin

Genre: Animasi 3D - Adventure
Sutradara: Steven Spielberg
Pengisi Suara: Thomas Sangster, Andy Serkis, Simon Pegg, Nick Frost, Daniel Craig, etc




Kemarin aku bareng Dias, Erland, dan Dion nonton film ini di Plaza Semanggi. Awalnya juga enggak ada niatan untuk nonton. Di luar rencana. Palagi yang awalnya ngajakin itu Dion.Makanya sempat ketinggalan nonton bagian awal filmnya. Bayangkan, kawan, aku nonton filmnya ini 15 menot setelah filmnya sudah diputar terlebih dahulu. Kebayang kan ada beberapa adegan yang terlewati?! Hehehe.

Oh yah, film yang diangkat dari komik terkenal Tin-Tin itu menceritakan petualangan seorang detektif swasta bernama Tin-Tin dan anjing kecil setianya, Snowie dalam menemukan harta karun leluhurnya Kapten Haddock. Dalam menemukan harta karunnya itu, Tin-Tin mengalami hambatan dari Sakharine yang rupanya merupakan keturunan dari Red Rackham, seorang bajak laut yang merupakan musuhnya Sir Francis Haddock.

Awal kutonton itu, Tin-Tin ditangkap oleh awak-awaknya Sakharine karena menyimpan peta berharga yang memberitahukan posisi hartanya Sir Francis Haddock itu. Tapi rupanya, sebelum ditangkap, dompetnya Tin-Tin dicopet sama seorang klepto. Awaknya itu enggak tau, makanya Tin-Tin ditangkap dan dibawa ke kapalnya Haddock yang tengah dibajak Sakharine.

Untungnya Tin-Tin punya anjing setia nan kreatif bernama Snowie. Berkat bantuan Snowie-lah, Tin-Tin berhasil lepas dari sekapannya Sakharine, cs. Gila tuh anjing cerdas banget! Mulai dari Tin-Tin ditangkap, anjingnya tuh selalu ngikutin terus ke arah mana penculiknya itu membawa Tin-Tin. Jadi pengen deh punya anjing kayak gitu. Hehehe.

Akhirnya setelah diselamatkan Snowie, Tin-Tin berusaha kabur dari kapal tersebut. Dan ketika itulah, ia bertemu dengan kapten kapal sesungguhnya yang tengah disekap juga, Kapten Haddock. Jadilah, bersama-sama Haddock, Tin-Tin berusaha kabur dan segera menemukan harta karunnya Sir Francis Haddock.

Mereka pun berhasil kabur dari kapal tersebut dengan menggunakan sekoci. Awalnya yang mendayung itu Tin-Tin, tapi digantikan oleh Haddock yang terlecut semangatnya oleh Tin-Tin. Tapi apesnya, mereka malah ketemu bencana gara-gara kebiasaannya Haddock yang suka minum rum. Sekocinya karam. Untungnya ada pesawat yang lewat.

Pesawar itu tadinya menyerang mereka berduga. Kuduga pesawat itu mungkin pasukan pengamanan perbatasannya Maroko. Tapi nanti, pesawat itulah yang akan mengantarkan mereka bertiga ke Maroko dan juga Karaboudjan, tempat disembunyikannya sebagian peta oleh Sir Francis Haddock.

Tapi sebelum mereka tiba di Karaboudjan, mereka bertiga harus melewati padang pasir yang ganas. Walau begitu, berkat padang pasirlah, ingatan Haddock pulih. Mungkin karna pengaruh halusinasi atau apalah, Haddock bisa kembali mengingat cerita pamannya tentang Sir Francis Haddock.

Maka dari itulah, petualangan mereka berlanjut di kota Bagghar. Di kota inilah,mereka menemukan sebagian petanya yang disembunyikan di sebuah lukisan kaca. Awalnya, Sakharine lah yang mengetahuinya. Apalagi memang Sakharine, cs sudah tiba terlebih dahulu di Bagghar. Pada waktu yang sama pula, seorang diva bernama Bianca Castafiore si  "Milanese nightingale" datang ke Bagghar untuk konser. Nah nanti di sini ada adegan yang cukup lucu, yaitu saat si  "Milanese nightingale" bernyanyi. Suaranya dia berhasil memecahkan semua kaca di sana, termasuk lukisan kaca. Lebay? Sangat. Hehehe.

Kemudian dilanjutkan dengan perebutan sengit peta itu antara Sakharine dengan Tin-Tin. Petanya itu nanti malah direbut oleh burung peliharaannya Sakharine. Tin-Tin pun segera mengejar burung tersebut yang membawa peta tersebut. Nantinya burung itu ditangkap juga oleh Tin-Tin. Tapi Haddock dan Snowie malah ditangkap oleh Sakharine.

Tin-Tin pun mengalami dilema. Untungnya di saat seperti inilah, dua detektif kenamaan, Thompson dan Thomson datang sambil membawa dompetnya Tin-Tin yang nantinya akan membawa ke  Marlinspike Hall. Di sinilah nanti juga ada pertarungan sengit yang nanti berakhir dengan ditangkapnya Sakharine. Bagian inilah yang kubingung, Sakharine itu ditangkap karena apa? Aduh, ini nih resiko nonton di tengah-tengah cerita. =,=

Oh yah,harta karun itu sebetulnya ada di rumahnya Kapten Haddock sendiri,  Marlinspike Hall. Tepatnya itu di salah satu lorong di gudangnya. Mereka tahunya itu setelah menggabungkan tiga peta yang berhasil mereka kumpulkan. Tapi sayangnya, hanya sebagian hartanya saja yang ditemukan. Karena waktu itu, kapal Unicorn-nya Sir Francis Haddock diserang bajak laut Red Rackham. Gara-gara bajak laut itulah, kapalnya meledak dan semua harta yang disembunyikan di kabin kapal berhamburan terbang keluar dan hanya sebagian yang berhasil diselamatkan Sir Francis dengan topinya.

Harta karun sisanya itu rupanya disembunyikan di dalam globe yang ada di gudang tersebut. Tapi rupanya pencarian mereka tidak sampai di situ. Nantinya, di gudang itu juga, Tin-tin dan Hadock berhasil menemukan peta lainnya yang berisi koordinat dimana kapal itu tenggelam bersama harta karunnya. Sayangnya, petualangan untuk mencari kapal Unicorn itu tidak diceritakan di film tersebut. Kuduga nanti bakal ada sekuelnya dan di sekuel itulah nanti diceritakan.

Oh yah, film ini cukup bagus. Yah cukuplah mungkin untuk memuaskan para pecinta Tin-Tin.Yah walaupun ceritanya itu benar-benar sederhana dan tak sekompleks komiknya. Apalagi pada saat Sakharinenya ditangkap Thompson dan Thomson.Benar kata temanku, Dion. Musuhnya itu terlalu mudah ditangkap.

Yah tapi sih filmnya cukup bagus juga sih, menurutku. Ada tegangnya, ada pula lucunya juga.Jadi mungkin saya akan memberikan nilai 8 dari 10. :)