Thursday, August 18, 2011

REVIEW: Jampi-Jampi Varaiya








Kategori :Novel
Genre :Fiksi
Penulis : Clara Ng

Pertama, saya mau minta maaf ke saudara-saudara blogger karna sudah ingkar janji, Saya janji kan mau review novel kirimannya mbak Fanny sekitar 2 minggu lagi, eh ini malah direviewnya sekarang. Hehehe...! Maklum. Novelnya bagus banget. Novelnya ngingetin saya sama Harry Potter dan Twilight Saga. Yah karna novel ini emang perpaduan dua novel terkenal tersebut. Serius!

 Oh yah novel ini menceritakan mengenai sebuah keluarga sihir bernama Keluarga Raya. Kepala rumah tangganya bernama Samudra Raya, dengan dikarunia 3 putri cantik. Zea, Oryza, dan Solanum. Itulah nama ketiga putrinya itu. Istrinya Samudra telah 10 tahun yang lalu meninggal.

Konflik di novel ini bermula ketika Oryza diberikan oleh adiknya, Solanum sebuah tanaman sihir bernama Varaiya. Ternyata tanaman tersebut berbahaya. Oryza baru menyadarinya setelah setelah adik dan kakaknya menjadi aneh setelah minum teh Varaiya serta rendang dan cangkir yang menjadi hidup seperti layaknya makhluk hidup. Makanya dengan bantuan ayahnya, Xander (tunangannya), dan juga Pax, Oryza berangkat menuju Pulau Varaiya, sebuah pulau sihir yang tidak ada di peta Indonesia. Pulau ini terletak di sebelah timur Pulau Sumatra. Mereka bertujuan untuk mencari Tamerit, tanaman herbal penghilang khasiat menakutkan dari Varaiya.

Mereka berangkat ke sana dengan menggunakan kapal bobrok dan ketemu dengan seorang gadis bernama Nuna. Selain itu, tanpa disadari mereka berempat, mereka telah diikuti oleh Strawberry dan juga Aqua yang berencana menghalangi mereka untuk mendapatkan Tamerit, tanaman obat penangkal dari Varaiya. Tapi sih akhirnya,  kedua perempuan yang benci banget sama Oryza (karna Oryza menghalangi mereka berdua untuk deket dengan Xander) itu gagal karna kapal mereka dirusak oleh kucing sihir bernama Mobb Ibb tanpa sengaja.

Mereka berempat sendiri akhirnya berhasil mendapatkan Tamerit. Walau ketika sampai di Pulau Varaiya, mereka sempat mengalami konflik di ruang parlemen Varaiya.Malah ketika berada di ruang tahanan, Xander dan Pax baru menyadari kalau Tamerit itu adalah semacam lumut berwarna kebiruan yang waktu itu tumbuh di dinding selnya.

Yah itulah sedikit gambaran ceritanya. Ceritanya sih memang menarik, tapi saya koq merasa konfliknya kurang greget gitu. Apalagi ketika Pax dan Xander kabur dari tahanan dengan cara merubuhkan temboknya. Tapi ini mungkin karna rupanya novel ini masih ada kelanjutannya. Mungkin penulisnya, Clara Ng berencana bikin jadi kayak Harry Potter ato Tetralogi Laskar Pelangi, sehingga ia membuat kelanjutannya di novelnya yang berjudul "Ramuan Drama Cinta". Saya jadi pengen baca kelanjutannya. Hehehe...!

Oh yah, novel ini cukup bagus untuk kalian baca, apalagi di tengah selingan novel-novel lokal bertema cinta dan diary yang banyak beredar di toko buku. Dan untuk pertama kalinya, saya membaca sebuah novel fiksi karangan penulis lokal. Saya ralat kembali kata-kata saya di postingan saya yang ini. Hehehe...!




 BEHIND THE REVIEW:
Selasa kemaren saya mendapat kiriman paket, tepatnya sekitar jam 6 sore. Rupanya dari TK. Barang kirimannya dianter juga. Isinya adalah semacam cemilan dari Thailand. Sumpah, bro, bentuknya mirip kayak Snack Gerry ato lebih mirip kayak snack Nyam-Nyam. Hehehe...! Bentuknya bisa diliat di fotonya. Oh yah nama snacknya itu POCKY. Kebetulan yang dikasih tuh yang rasanya stroberi. Tapi tetep enak koq, bro. Hehehe...!



Oh yah, bro, foto gw waktu makan snack itu sebetulnya cuman becanda aja. Biar unik aja pasang ekspresi kayak gitu. Kan jarang-jarang ada yang pasang pose kayak gitu?! Hehehe...! Rasanya enaaaak....