Solusi King Nuel Lubis atas Postingan Sampah 👑

 














Mulai sekarang, saya, King Nuel Lubis, memutuskan untuk lebih selektif dalam mengonsumsi isi beranda.

Secara khusus, King Nuel akan menghindari atau membuang jauh-jauh postingan sampah berupa drama medsos percintaan dengan kata kunci seperti: "ditinggal nikah", "ditinggal selingkuh", "putus cinta", "perceraian", "cinta ditolak", dan sejenisnya. Terlepas apa pun itu penyebab dari drama percintaan tersebut, entah itu nyata atau karangan, terutama yang narasinya merugikan pihak cowok (karena King Nuel juga cowok). Postingan sampah juga termasuk postingan tentang cowok yang meratapi nasibnya yang ada hubungannya dengan percintaan dengan kata kunci "minder", " sadar diri", dan sejenisnya. Ada satu hal lagi, yang termasuk postingan yang merendahkan pihak cowok entah dari segi apa pun itu .

Kadang, jika King Daniel hanya baca sekilas postingan sampah, efeknya tetap sama. Bisa overthinking, kepikiran, bahkan sampai merasa seperti ikut menjadi korban, padahal itu hanya cerita orang lain. 

Sebagian besar postingan sampah bukan solusi, bukan edukasi. Itu hanya sampah digital yang dibungkus drama dan emosi. Karena itu bukan hidup yang sesungguhnya. Itu pun bukan masalah, dan bukan tanggung jawab King Nuel. Makanya tidak ada alasan untuk terus memberi perhatian ke postingan sampah.














Solusi King Nuel: 
1. Paksa algoritma menjauh dari postingan sampah. 
2. Skip dan hide tanpa kompromi.
3. Hentikan konsumsi atau berinteraksi dengan postingan sampah. 
4. Fokus ke content bernilai seperti sepak bola, hiburan sehat, dan hal produktif, yang jelas bukan postingan sampah.















Setiap interaksi akan dijadikan alat untuk membuang jauh-jauh postingan sampah.

Kalau masih sering melihat postingan sampah, berarti masih memberi perhatian ke postingan sampah. Sesederhana itu sekarang pikiran King Nuel Lubis. Makanya, saya, King Nuel Lubis, resmi menendang jauh-jauh semua postingan sampah. 

Sekian dari saya. Terima kasih banyak. Tetaplah gila dan jangan waras. Salam tapal kuda putih. 














Yang tertulis di atas tersebut, terinspirasi dari postingan Facebook seseorang. Namanya diganti dengan namaku. 

Entah mengapa, saat membacanya, aku seolah sedang diberikan saran oleh salah seorang warganet secara tak langsung. Itu pun mengingatkan aku akan saran tak langsung dari salah seorang teman sekolah. Dulu, ada teman sekolah, di tahun 2017, yang seolah menyindir aku, bahwa, intinya, kita tidak bisa mengatur-ngatur orang mau posting apa. Yang bisa kita lakukan itu hanya mengendalikan apa yang terlihat di beranda. Respon kita juga yang kita kontrol.

Sengaja aku posting di blog, lalu aku edit sesuai keinginan hatiku agar aku tidak mudah terbawa suasana dengan apa pun yang orang lain posting di internet. 













Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~