Besok senin itu genap sebulan aku blokir seluruh yang berhubungan dengan Shania Gracia. Sepertinya juga benar isunya Gracia itu tidak tahu orangnya--si Nuel Lubis--memang benar-benar eksis di dunia ini. Apalagi, sesekali, dengan menggunakan akun yang lain, aku mengintip aktivitas dia. Seperti biasa...
...ah, sudahlah, kuanggap saja, itu hasil kreativitas Gracia, dan tak berkaitan dengan Nuel Lubis.
Selain itu, selama memblokir Shania Gracia, dkk, tahukah kalian?
Yup, aku nyaman beraktivitas di internet--atau media sosial. Kegelisahan aku berkurang pula.
Oh, ada satu yang aku mau tanyakan. Benarkah Shania Gracia ini benar-benar tidak mengenal Nuel Lubis? Atau, analoginya itu seperti... aku di Fakultas A, dia di Fakultas B. Mungkin kita pernah di mata kuliah yang sama. Setelah masa perkuliahan berakhir, kita sontak menjadi orang asing satu sama lain. Apa mungkin seperti itu?
Sebetulnya tangkapan layar di bawah ini benar juga. Ada benarnya. Jangankan pacar, disebut sebagai bestie juga, well, aku sebenarnya tidak pernah menganggap Shania Gracia itu benar-benar bestie aku. Apalagi sampai best friend forever. Aku, sejak 2020, cukup sadar diri. Aku selalu memposisikan diriku sebagai penggemar atau warganet yang hobi mengulik sisi-sisi selebrita atau dunia hiburan.
Lagi pula, aku tidak tahu Gracia tinggal di mana. Tidak tahu nomor ponselnya. Setiap kali kirim surel, tidak pernah dibalas langsung. Komunikasi paling sering, yah, hanya di dunia tak kasatmata atau nge-halu. Bagian mana dari hubungan aku dengan Shania Gracia yang bisa disebut sebagai bestie atau ayang? Sebagai penggemar atau random people di internet, iya.
Eh, ke depannya, semoga tidak keberatan baca cerita aku saat masih mengulik Shania Gracia. Banyak unek-unek yang aku mau tuangkan.




Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^