Akrab di Grup WhatsApp

 













Hanya pengingat, lagi pula, aku memang jarang terlibat dalam sebuah grup di WhatsApp. Terakhir itu aku aktifnya di grup-grup Facebook. Itu pun sudah beberapa tahun yang lalu. Saat Mami masih hidup. Sementara untuk yang satu ini, yang terjadi di 10 Mei 2026, memang pengalaman pertama. 

Intinya, aku hanya ingin akrab dengan teman-teman dalam grup sebuah komunitas rohani, yang ternyata kebanyakan dari mereka berdomisili di Bandung. Apa daya, ternyata mereka gagal paham. Lalu terjadi kericuhan. Sampai-sampai aku dianggap perusuh. Kurang lebih seperti itu, dan... case is closed

Dari sana aku belajar bahwa jangan berulah, jangan berbuat macam-macam dulu dalam sebuah grup, baik itu grup WhatsApp, grup Facebook, maupun grup-grup lainnya. Tindakan mengamati jauh lebih baik. Berikan respon sewajarnya. Jawablah, jika ditanya. Nanti ada waktunya untuk bisa benar-benar akrab. 

Begitulah. 

Omong-omong, nomor yang tertera, jangan dijailin. Aku lupa menghapusnya. Malas juga mengeditnya, sih. Hehehe. 
















Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~