Begini yang aku tulis di 28 Agustus 2025, 14.44, untuk surat elektronik yang aku sama sekali tidak tahu apakah itu punya Shania Gracia sendiri.
I love you so much, Shania Gracia Harlan!
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Saling pengertian, saling percaya, yuk.
Btw, bentar lagi mau ultah, yah. Gak sabar nunggu ultah kamu.
Jujur aku ga mau kehilangan kamu banget. Posisi kamu sekarang makin lama sangat berarti di hati aku. Stay by my please forever.
Jangan menyerah sama aku, yah, Gre. Walau aku merasa jauh, kita di dekat di hati. Terima kasih juga udah nunjukin perasaan suka kamu walau dalam bentuk yang menurutku unik. Aku suka banget kok lihat foto-fotomu yang ada emoticon love di jidat kamu. Karena aku tahu maksudnya apa.
Apa yang terjadi ke kita berdua, percayalah, ada rencana atau kehendak Tuhan. Gak ada yang melakukan sesuatu yang salah atau jahat. Itu cuma anggapan beberapa orang aja yang gak alami. Cinta ini juga gak salah. Aku laki laki, kamu perempuan. Gak salah, kan.
Aku tiba tiba aja stalking-in yang berhubungan dengan kamu sampai aku tiba pada pemikiran: apa kamu sering galau gara gara sesuatu (yang mungkin aku)? sering kepikiran apa?
Aku bukannya cuek, tapi kadang suka sibuk dengan kegiatan kegiatan aku (aku juga punya banyak kegiatan atau aktivitas selain mikirin soal cinta cintaan). Tapi aku masih suka mikirin kamu.
Jangan sering dibawa pikiran. Slow aja. nikmati aja. Jalani aja. Aku janji pasti bakal happy ending. Karena aku sangat merasakan happy ending di ujungnya. Kalo dugaan aku benar, jangan menyerah sama aku. Jangan terlalu didengerin isu-isu gak enak soal aku. Sebagian mungkin bohong.
Balasannya di jam 15:34, dan masih hari yang sama:
"Buset, mas, panjang lebar banget, wkwk..."
Jika itu benar-benar Shania Gracia, yah, aku senang banget. Siapa sih yang nggak senang, dapat balasan lewat surat elektronik dari idola sendiri. Apalagi sampai kita nembak dia, dia mau jadi pacar kita.
Apalagi sampai kita yang dikenali ke circle dirinya, murni sebagai diri kita sendiri; sampai juga dibicarakan di lingkungan social media-nya, dan masih menjadi diri sendiri. Si selebrita itu tidak menggunakan identitas teman artisnya, lalu diam-diam berkata, "Sebetulnya yang aku maksud itu kamu, loh. Si dia lagi sandiwara jadi kamu."
Apalagi juga sampai muncul sandiwara, idola kita berpura-pura berpacaran dengan teman artis laki-lakinya, lalu diam-diam pula berkata, "Teman artisku, si XYZ, sebetulnya sandiwara jadi kamu. Bersabarlah sampai hari itu tiba. Aku mau yakin dulu. Aku mau ketemuan dulu secara langsung."
Waduh, aku belum berani sampai se-spekulatif itu. Usiaku sudah kepala tiga. Sebentar lagi, mau kepala 4. Waktu cepat bergulir. Rata-rata teman-teman aku sudah beranjak menikah dan berkeluarga. Kalau disuruh dia ikut serta dalam sandiwara tersebut, big no-no. Apa jaminannya jika dia memang mencintai aku?
Ah, siapa tahu, aku iyakan, suatu hari nanti timbul kejadian, dia malah menikah dengan XYZ, lalu tiba-tiba muncul isu ke telinga aku: "Iman, sebetulnya si artis cewek itu nikahnya sama kamu. Yang sama XYZ cuma sandiwara."
Pret, lah. Kenapa mirip dengan cerita novel "Dongeng Paling Gila" di FIZZO?
Ini kisah asmara, Nona. Bukannya investasi bodong. Bukan investasi di dunia trading atau crypto yang serba untung-untungan. Jangan mempertaruhkan masa depan seseorang yang masih luntang-lantung dan menjadi beban keluarga demi ambisi gila dirimu.
Aku maunya begini, mau ditolak, mau diterima, setidaknya, ada jawaban langsung dari Shania Gracia sendiri. Benar-benar diperuntukkan untuk aku. Tidak ada ceritanya selebrita laki-laki lain (juga, selebrita perempuan) bersandiwara menjadi aku, Nuel Lubis.
Apakah aku masih mencintai Shania Gracia? Yak, tebak sendiri saja, lah.




Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^