Kok aku baca kata "cingcuing" ini, terpikirkan di kepala aku, bahwa yang dimaksud itu aku? Sama seperti saat membaca "alig" yang ditulis oleh Shania, aku langsung berpikir, "Apa jangan-jangan aku?"
Damn...
Lalu aku mengkhayal, kelak namaku, entah nama yang mana, sering disebut di mana-mana. Entah itu figur publik, penulis, hingga mahasiswa atau pelajar. Dengan leluasa mereka menyebut-nyebut namaku. Kali ini, tidak dengan nama-nama lainnya. Langsung saja.
"Iman..."
"Nuel..."
"Bang Nuel..."
"Lubis..."
Dan, lain-lain. Dan sebagainya.
Hahaha.
Sesederhana itu, pikiran seorang Nuel Lubis.
Aku mau sekali, loh, ada artis mana, di postingan Instagram mana, tiba-tiba sebut nama "Nuel" atau "Iman". Lalu aku datang dan mengetik, "Wah ada angin ribut mana, nih, tiba-tiba mention aku!?".
Ah, simpan di sini saja khayalan aku. Siapa tahu akan terwujud.
Omong-omong, kenapa aku merasa, bahwa seperti menjadi momok namaku, sehingga beberapa orang sepertinya kesulitan untuk menyebutkan namaku langsung? Salahkah berpikir seperti ini?



Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^