Sebenarnya Shania Gracia itu Benar-benar Sadar akan Keberadaan Aku atau Tidak?

 

















Aku mau buka kartu truf aku. Namun aku ingin segala sesuatunya berjalan baik-baik saja. Makanya, aku tutup kolom komentar aku. 

Jadi, begini. 

Foto perempuan yang di bawah ini, apakah dia benar-benar sadar akan keberadaan aku? 

Mendadak aku teringat dengan salah satu lagu Sisca Saras yang "Berdebar". Ada liriknya yang seperti ini:


"...bisakah 'ku suatu saat menggapaimu
Oh idolaku
Walau semua ini terasa semu
Karena ku jatuh padamu
Yang tak tahu aku ada..."


Nah, aku lalu berpikir, dan ini di luar segala sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal tak kasatmata (atau, beberapa orang mungkin menyebutnya sebagai waham aku)... yang intinya, begini. 
 
Sejak 2021 yang lalu, aku sering mengirimkan fan gift ke Shania Gracia lewat JKT48 THEATER di lantai 4 JKT48. Lewat fan gift itu, aku sering memasukkan surat yang intinya, memperkenalkan diriku. Informasi-informasi pribadi tentang aku, aku sisipkan di sana. Tentang alamat rumahku, nomor telepon, nomor rekening aku, juga bercerita tentang siapa saja anggota keluarga kandungku. Aku menyisipkan pula business card aku. Brosur bisnis dan kegiatan literasi aku, aku sisipkan pula. Bahkan termasuk gambar buatan aku. Hampir 3,5 tahun, sepertinya begitu, setiap bulan, aku pasti mengirimkan fan gift ke Shania Gracia. 

Selama 3,5 tahun itu, apakah seorang perempuan bernama Shania Gracia itu benar-benar menyadari keberadaan aku? Dia tahu setiap akun media sosial aku? Terutama blog ini, juga akun Instagram @nuellubis dia tahu juga? 

Selama ini, selain lewat jalur tak masuk akal, alias lewat alam mimpi, aku berhubungan diam-diam dengan Shania Gracia itu lewat akun Facebook rahasia aku. Pun, aku sering kirim pesan ke surat elektronik Shania Gracia yang aku bingung, itu terhubung ke orang aslinya atau bukan. Untuk yang ingin tahu apa surat elektronik yang bersangkutan, kujawab lewat surat elektronik immanuel.lubis@gmail.com.

Kasus lamaku, dengan Shania Junianatha, itu pun sama. Malah ke dia lebih parah. Lebih sering ke satu surat elektronik dengan huruf depan "c", dan aku bingung apakah itu surat elektronik dari orang yang sebenarnya. 

Andai dibalas, meski dengan kata-kata tak enak pun tak apa-apa. Setidaknya, itu membuat hatiku tenang sekali. Tidak overthinking. Tidak mempengaruhi mood aku juga. Tidak akan juga aku sebarluaskan. 

Postingan ini terpaksa aku buat, karena... yah, terpaksa. Aku lelah dalam situasi dan kondisi yang sama terus menerus. Lebih baik nekat untuk bercerita. Minimal di IMMANUEL'S NOTES. 

Barangkali ada teman-teman pembaca yang bisa membantu, kirimkan saja ke surat elektronik aku tersebut. Direct message ke akun Instagram aku yang @nuellubis yah. 

Hanya ingin tahu, orangnya yang sebenarnya tahu aku hidup atau tidak. Hanya itu. 


















Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Terima kasih juga untuk Rachel. Berkat dia, aku paham bahwa kita akan menggunakan istilah "full house" untuk menyebut satu film di bioskop ditonton sampai satu studio dipenuhi oleh pengunjung-pengunjung bioskop. 

Kolom komentar aku tutup. Jika masih nekat, bisa berkomentar di sini, tapi yang sopan. 
















Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~