Ada Alasannya, Tuh!

 











Aku tidak tahu sejak kapan kebiasaan ini bermula. Akan tapi, di Juli 2019 yang lalu, pernah ada seorang teman gereja yang menyampaikan keberatan terhadap salah satu post di IMMANUEL'S NOTES. Lalu, ada temanku juga mempertanyakan kebiasaan aku yang sering menyebut nama temanku secara nama lengkap. Aku bingung kenapa bisa seperti itu. Bingung sejak kapan juga. Yang mungkin, di tahun 2019 yang lalu, aku akui diriku sedikit berlebihan. 

Well, sekali lagi, aku minta maaf untuk satu kebiasaan aku tersebut. Spontan saja aku melakukannya. Sama sekali aku tidak berniat untuk menggosip  (bahasa sekarangnya, berghibah). Mungkin lain kali (dan sebetulnya sudah aku praktekkan juga dua tahun terakhir ini) aku tidak usah menyebut nama teman secara lengkap, apalagi sampai memasang fotonya pula. Sebut nama depan, inisial, atau nama panggilnya,  itu jauh lebih baik. Ternyata yang kusangka hal sepele, itu bisa menjadi persoalan serius. Atau, katakan saja 'si teman' tanpa harus menyebut yang dimaksud siapa. 

Lalu, kenapa aku seperti itu? Yah, itu ada alasannya. Kalian bisa menyimak video di bawah berikut ini. Jawaban sederhananya (yang dalam bentuk tulisan) adalah karena aku ingin sedikit pamer saja, bahwa aku yang pemalu (yang anak rumahan) juga memiliki beberapa teman menarik yang tidak kalah menariknya dengan orang lain, khususnya teman-teman bloger. Bercerita tentang seorang teman ke khalayak ramai, yang kadang aku akui sedikit berlebihan. 

Hanya itu. Yang sekali lagi, aku minta maaf jika ada yang merasa terganggu dengan kebiasaan aku tersebut.



















Comments

Place Your Ads Here