Inikah Rasanya Eksis di Instagram Ex JKT48

 












Jadi, ceritanya bermula saat seorang member JKT48 memutuskan untuk mengakhiri karirnya di JKT48. Mereka bilang itu namanya graduate. Terjadinya itu sekitar dua minggu lalu. Itu kalau tak salah ingat. Lalu, si member memberikan satu alamat khusus di mana orang-orang bisa mengirimkan hadiahnya. 

Oke, singkat cerita, aku tebersit untuk mengirimkan dia satu karya tulis aku. Walaupun aku bukan novelis papan atas yang digandrungi banyak perempuan ABG, begini-begini aku novelis dan penulis buku juga. Semenjak 2012, aku sudah setia menjalani karir kepenulisan. Aku dulu cukup rutin ikut kelas-kelas online kepenulisan, yang salah satunya itu pernah diselenggarakan oleh Almarhum Koko Ferdie. 

Balik ke si member, nih. Alasanku berbuat nekat seperti itu (dengan mengirimkan novel "Ai Shin'Yuu"), barangkali dia suka. Ingin menjajal juga skill marketing yang kudapatkan dari beberapa webinar.  Selain itu, aku ingin merasakan pengalaman beberapa temanku. Di tahun 2014 kemarin, ada teman online yang cukup norak (yang menurut opini kurang ajar aku). Gambar buatannya dipuji oleh salah satu member JKT48. Saat itu, aku tertawa dalam hati. Hingga suatu hari nanti (maksudnya, sekarang-sekarang ini), aku ingin merasakan perasaan itu. Ingin tahu kenapa si teman online itu bisa senorak itu. 

Well, hari ini aku bisa mengetahui kenapa dia bisa senorak. Ada semacam kebanggaan tersendiri. Itu terutama saat hadiah kita di-post di social media yang bersangkutan. Mulai mengerti juga kenapa ada beberapa teman yang sepertinya berlomba-lomba untuk bisa akrab dengan selebrita atau public figure. Aku hanya bisa berkata bahwa ada semacam kebanggaan tersendiri, yang membuat yang bersangkutan terkesan hebat, lalu norak sendiri (padahal selebrita sama-sama manusia biasa, dan pembedanya itu: wajah mereka sudah dikenal secara luas--yang karena itulah mereka disebut public figure). Itulah rasanya. 

Untuk Rona Anggraeni alias Ayen, semoga suka dengan isi dari "Ai Shin'Yuu". Aku ikhlas dan tidak mengharapkan apa-apa sama sekali. Diterima pun sudah sangat senang sekali. Mau dijadikan bantal tidur, silahkan. Mau diberikan ke orang lain, itu hak Ayen. Prinsip aku adalah barang yang kita sudah berikan ke orang lain, itu sudah berada dalam kepemilikan orang lain. Terserah orang lain mau diapakan selanjutnya. Mau dibakar, mau dipajang, mau digunakan sesuai manfaatnya, silahkan saja. Aku tak mengurusi lagi barang-barang yang sudah kuberikan. 

Sekali lagi, terima kasih banyak karena sudah menerima dengan tangan terbuka hadiah aku yang sangat sepele. Semoga suka dan sangat berfaedah untuk Ayen. Aku ikhlas dan tak mengharapkan apa-apa. Bagaimanapun tujuan aku mengirimkan hadiah itu hanya ingin merasakan sensasinya saja. 














Comments

Place Your Ads Here