Carilah Berkat yang Tersamar dalam Serentetan Masalah














Per sejak tanggal 1 Januari 2021, Indonesia digoyang musibah. Banyak duka menyelimuti negeri ini. Ijinkan aku untuk bercerita satu kisah menarik. Yah, sekiranya ini bisa menguatkan kalian--dan juga aku.

Pada tahun 1991 yang lalu, ternyata musibah yang menimpa seluruh awak Sriwijaya Air pernah terjadi juga di Indonesia. Sebuah maskapai bernama Merpati jatuh di hutan Gorontalo akibat cuaca yang buruk. Berbeda dengan seluruh awak Sriwijaya yang tak ada yang luput dari maut, seluruh penumpang Merpati selamat. Usut punya usut, pesawat itu tersangkut di atas pohon. Seluruh penumpang dengan hati-hati turun dari atas pohon. Sebelum dievakuasi oleh tim SAR, mereka bertahan hidup dengan cara minum air rotan yang rasanya tawar dan bisa diminum.

Yuk, bisa, yuk. Jangan menyerah. Mukjizat itu nyata dan selalu terjadi untuk yang tidak menyerah. Berserah boleh, namun tidak boleh menyerah. Pasrahkan segala sesuatunya pada Allah. Masih selalu ada jalan di saat kondisi terjepit pun. Contoh kecil lainnya, mendadak salju turun di jazirah Arab. Padahal jazirah Arab memiliki iklim gurun, yang tidak memungkinkan salju turun. 

Akhir kata, aku mengucapkan belasungkawa juga kepada seluruh masyarakat Bekasi pasca tanggul Citarum jebol. Semoga curah hujan makin mereda. Banjir cepat surut pula. Tanggul itu cepat ditangani. Untuk daerah-daerah lainnya yang terkena musibah gunung meletus (dan masih terkena juga), semoga cepat dipulihkan. 

Oh, sebelum lupa, ada satu idiom dalam bahasa Inggris. Blessing in disguise. Disguise berarti menyamar, samaran. Blessing adalah berkat. Yang aku mau bilang, berkat itu--terutama dari Tuhan--selalu berada di tempat tersembunyi. Tuhan saja misterius dan tak ada mata (batin) yang bisa melihat-Nya. Maka dari itu, saat tertimpa musibah, tetaplah tenang. Tetaplah mencari berkat kala tertimpa musibah atau masalah. 


#IMMANUELNOTESberduka 

#NuelLubisBerduka 























Comments

Place Your Ads Here