Selamat Jalan, Bang Kardi!

 













Berhubung sudah lama aku tidak makan roti isi kacang, penjual roti asong juga tak sering semenjak work from home diberlakukan, mumpung ada satu pedagang roti asong yang lewat, aku menyempatkan diri untuk menghampiri. Karena kebiasaan aku yang suka mengajak ngobrol pedagangnya, aku kaget juga mendapati salah satu pedagang roti Lauw Bakery yang akhirnya memilih untuk menghadap Sang Khalik. 

Jujur, aku baru tahu nama si pedagang roti adalah Kardi. Menurut penuturan temannya, Kardi meninggal karena masalah di sistem pernapasan. Pantas saja aku sudah lama tak melihat Kardi selama beberapa minggu. Pedagang Lauw Bakery yang aku jumpai itu malah seringnya orang lain. 

...

..

😢

Ah, sekarang rasanya berbeda jika aku membeli roti dari Lauw Bakery. Serasa ada yang hilang. Roti kacang mungkin masih tersedia. Rasa donatnya bisa saja tetap sama. Tapi, jika yang menjajakan itu bukan Bang Kardi, rasanya berbeda. Ada yang kurang. 

Bang Kardi, selamat jalan. Tenanglah di sana. Semoga diterima di sisi-Nya. Aku sangat merasa kehilangan dan berdukacita.

Omong-omong, foto di atas adalah foto terakhir saat gerobak asong Lauw Bakery masih dikayuh oleh Bang Kardi.  Sayangnya wajah Bang Kardi tak terlihat dengan jelas.

Terakhir, tulisan ini didedikasikan untuk Bang Kardi: Bang Kardi & Gerobak Asong Liauw Bakery








Comments

Place Your Ads Here