Seminggu Nuel Lubis di Taman-Taman Komplek















Hari senin

Sehabis pulang dari bank untuk mengurus sesuatu yang terkait dengan bisnis kecil-kecilan, aku merebahkan diri sebentar. Eh, pesananku datang. Sampel tahu bakso untuk kujual lagi. Aku makan dulu sebentar sebelum berjalan-jalan sore. Omong-omong, taman ini belum pernah kudatangi. Lumayan rapi juga. 

Hari selasa

Lucu ini masker. Aku bingung juga apa gunanya masker dengan pola wajah seperti ini. Apa seperti hendak membercandakan pandemik Corona ini? Masyarakat kan diwajibkan untuk mengenakan masker. Mungkin biar tak membebani mereka, tren masker seperti ini bermunculan. Mungkin seperti itu. Haha.

Hari rabu

Olahraga pagi dulu. Ini juga hari ketiga aku latihan push up. Tadi ada teman yang mengeritik cara push up aku. Katanya salah. Perutku harus benar-benar menyentuh tanah. Yang kulakukan, menurutnya, itu setengah push up. Okelah kalau begitu. Eh, otot di lengan aku jadi bertambah. Pasti karena efek WMP  (yuk, pesan WMP ke aku).

Hari kamis

Hayo, lebih enak mana? Buah jeruk yang dijadikan es jeruk? Atau, buah nangka yang masih menggelantung di dahannya? Yang satu, sudah diolah. Yang satu lagi, matang saja mungkin belum. Hayo, pilih mana?

Hari jumat

Jalan-jalan sore dulu. Lalu, aku melihat ada segerombolan anak-anak asyik menerbangkan layang-layang. Saking asyiknya, mereka sampai memanjat begini. Haha. Aku mendadak teringat aktivitas anak-anak Mahupala dulu. Mereka beberapa kali latihan climbing di dalam kampus. 

Hari sabtu

Capek juga bersepeda selama lima belas menit. Walau hanya lima belas menit, tetap capek loh. Terpaksa aku mengaso sebentar di salah satu gazebo. Istirahat sebentar sambil minum CMP aku dulu. Eh, ada tukang bakso. Yuk, beli, yuk!

Hari minggu

Sehabis ibadah online, bersepeda dulu sebentar. Selalu begini, tiap lima belas menit kelelahan. Istirahat dulu sembari mencuci tangan. Eh iya, lapangan ini makin lama menjadi bertambah bagus. Kusuka!

❤~❤~❤

Oh iya, tepat setahun label 'One Week with' ini berada di IMMANUEL'S NOTES. Bisa konsisten juga, aku ini. Kukira, tak bakal konsisten sampai tepat setahun. 

Anyway, ada yang bertanya, apakah ini sesuai kenyataan. Kujawab, iya, ini sesuai kenyataan. Tujuan awalnya memang untuk menunjukan aktivitas-aktivitas apa saja yang kulakukan. Daripada menduga-duga, itu kan tidak baik juga. Maka dari itu, aku ceritakan dengan caraku apa saja yang kulakukan--yang minimal selama seminggu. Tidak semua memang. Tapi itu cukup membuktikan aku seorang manusia dan sama seperti kalian. Biar sama seperti orang kebanyakan, ceritanya. Haha.

Oh iya, episode yang mana yang kalian suka? Kalian juga boleh, loh, menyumbang ide untuk 'One Week with' episode berikutnya. 😄








Comments