Dua Tahun Meninggal Dias (dan Kunjungan Perdana ke Makam Erwin)

 














Bro... tepat dua tahun lu pergi. Lu udah beda alam dari gue dan teman-teman lu yang masih hidup di dunia ini--alam fana ini. Anyway, masih ingat, kan, foto di atas itu? Itu saat lu lagi di apartemen kakaknya Erland. Lu dan Dion lagi menginap di sana demi menonton final Piala Dunia 2014 antara Jerman dan Argentina. Tahun 2014 itu, gue, lu, dan Dion masih sibuk bisnis jersey bola. Yang kita sibuk ke Tanah Abang untuk ngambil barang dari supplier. Haha.













Sementara, foto yang kedua,  itu foto lu saat SMA. Lu bersekolah di SMA Marsudirini, Bekasi. Yang di seberang deretan ruko Kemang Pratama. Yang lu menolak masuk ke sekolah saat gue mengajak lu main ke sana. Well, gue nggak memaksa dan menghargai setiap keputusan lu. 














Bro, akhir Agustus kemarin, teman kuliah lu, yang seangkatan dengan lu, si Badar, main ke makam lu. Gue juga bingung kenapa dia memberikan foto yang ketiga itu ke gue. Tapi, gue merasa ada secercah harapan untuk hidup gue. Seperti mengajarkan ke gue untuk... never surrender. Gue memang sengaja memberitahukan ke Badar dan beberapa teman lu (yang suka nongkrong di Sport Hall) posisi makam lu di TPU Pondok Kelapa. Karena gue berpikir orang macam lu itu sangat layak diziarahi bahkan oleh yang bukan keluarga kandung dan keluarga besar lu. Lu bahkan memiliki lebih banyak teman daripada gue. Itulah alasan utama gue memberitahukan posisi makam lu ke beberapa teman lu. 

And then, gue nggak tahu apakah Badar main ke makam lu berdasarkan informasi dari gue atau bukan. Tapi, andaikan dugaan gue benar, well, gue cukup senang dengan hal tersebut. Setidaknya itu mengajarkan kepada gue pribadi bahwa hukum tabur-tuai itu memang ada. Kita menabur yang kita tuai. Bahasa lainnya, karma. Bahwa juga usaha (baik itu keras maupun halus) itu tidak akan pernah menjadi suatu kesia-siaan. 












Bro, masih ingat dengan Erwin? Teman kita di kelas Penegakan Hukum Pidana-nya Tisa Windayani (yang lu dan Erwin mendesak gue untuk mencoba perosotan maha raksasa fX)? Well, 27 Juni kemarin, gue dapat kabar dia akhirnya menyerah dan memutuskan untuk menyusul anaknya ke alam sana. Gue beneran kaget, Bro, Erwin ternyata punya anak--yang ia berikan nama yang sangat indah. Shanelle Hephzibah Zhang, yang mana Hephzibah itu berarti 'she's my happiness' (dari bahasa Ibrani). Kasihan juga dengan Shanelle, baru lahir, namun empat hari kemudian, harus balik ke pangkuan Bapa di surga. 

Erwin dan Shanelle dimakamkan di TPU Tegal Alur, yang tak jauh dari TPU Selapajang, di mana nyokap gue dimakamkan. 













Bro, tenanglah di alam sana. Juga, untuk Erwin dan anaknya, Shanelle. Kalian bertiga, tenanglah di sana. Damai di surga dan di bumi untuk kalian. Tuhan pasti selalu menjagai kalian bertiga! 

God bless you! Godspeed!


PS:

Makam Erwin tak jauh dari makam anaknya. Makam anaknya tak jauh dari fly over.





Comments