Jenis-Jenis Pedang dalam Beladiri Jepang

 












Tak semua pedang itu berarti katana dalam bahasa Jepang. Katana itu sendiri--setahuku--hanya boleh digunakan oleh yang sudah profesional. Dan, yah inilah beberapa jenis pedang dalam beladiri Jepang, selain katana.


1. Shinai (竹刀)

Pedang kayu yang sering digunakan dalam latihan. Umumnya memang shinai digunakan dalam sebuah latihan. Pedang ini sering direkomendasikan untuk digunakan oleh mereka yang baru mempelajari ilmu pedang (biasanya kendo); juga mereka yang masih di bawah umur. Meskipun demikian, shinai juga digunakan dalam sebuah kompetisi bela diri, khususnya kendo. Pedang jenis ini biasanya tumpul dan ringan. Tak heran, pedang ini sering digunakan oleh anak-anak.

2. Bokken (木剣)

Pedang ini satu level di atas shinai. Lebih berat dan runcing daripada shinai. Bentuknya sudah menyerupai pedang-pedang besi nan tajam lainnya seperti katana, wakizashi, dan tanto. Anak-anak biasanya dilarang menggunakan pedang jenis ini karena bisa melukai penggunanya, walau bokken juga berbahan dasar kayu. Yang berbeda dengan shinai yang sengaja didesain tumpul. Pedang jenis ini sering digunakan dalam latihan kenjutsu.

3. Wakizashi (脇差)

Pedang ini seperti katana, namun bukan katana. Pedang ini rata-rata memiliki panjang sekitar 1-2 shaku, atau sekitar 30-60 cm. Wakizashi sering digunakan berbarengan dengan katana dan dibawa dengan ditutupi oleh sarung yang disebut obi. Bagi kalian yang suka menonton film-film bertema ninja/samurai, wakizashi memang sering dibawa bersama-sama dengan katana. Wakizashi diletakan di pinggang dan diselimuti obi. Sementara katana diletakan di bahu. Saat musuh menyerang,  biasanya wakizashi yang digunakan terlebih dahulu. Katana yang lebih panjang daripada wakizashi, biasanya digunakan oleh yang sudah profesional dan sangat mahir menggunakan pedang.

4. Ninjato  (忍者刀)

Kalau katana dan wakizashi sering digunakan oleh para samurai, maka ninjato dan tanto sering digunakan oleh para shinobi dan ninja. Pedang ini sering digunakan di era Sengoku dan Edo (sebelum Perang Dunia 1 & 2), yang akhirnya pedang ini kemudian kalah tenar dan hebat dari katana atau wakizashi. Seiring dengan meredup dan menghilangnya ninja, pedang ini lebih sering terlihat di Museum Ninja Igaryu. Di era sekarang, beberapa jenis beladiri--umumnya yang menggunakan pedang--sudah jarang sekali menggunakan ninjato. Pedang ini hanya eksis di jamannya, yaitu sekitar era Sengoku dan Edo. 

5. Tanto (短刀)

Pedang jenis ini eksis di era Heian. Mirip seperti ninjato, namun lebih runcing. Pedang ini berukuran paling pendek daripada pedang-pedang jenis lainnya. Dalam film-film ninja atau samurai, penggunanya sering menggunakan tanto untuk menghabisi lawannya. Caranya adalah dengan menusukan tanto ke titik-titik tertentu lawannya. Langkah itu dinilai lebih efektif daripada harus menggunakan katana atau wakizashi, yang memang lebih berat. Pedang jenis sering terlihat di serial animasi Naruto.


Well, dari sedikit penjelasan di atas, sudah mulai tahu kan, bahwa tak serta merta semua pedang yang digunakan dalam beladiri Jepang, disebut sebagai katana? Walaupun demikian, umumnya katana yang sering digunakan dalam setiap ajang turnamen beladiri. Tak heran, awam mengira setiap pedang Jepang itu disebutnya sebagai katana. Katana sendiri memang yang lebih panjang, runcing, dan berat daripada jenis-jenis pedang yang aku jelaskan di atas tersebut. 







Comments

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^