Tenanglah Di Sana, Iconic Salam Jempol RCTI !















Dulu, yah dulu sekali saat aku masih seorang pelajar SD, atau lebih jauh saat aku masih anak TK yang pernah menembak teman sekelas, stasiun televisi di Indonesia itu tak sebanyak sekarang. Jaman dulu, belum ada televisi berlangganan. Pasang parabola itu lumayan mahal. Yang berduit, yang mampu melakukannya. Kalau bukan anak Sultan, pasang parabola itu bagaikan mimpi di siang bolong.

Yang kuingat, stasiun televisi pertama itu TVRI (lalu stasiun radio pertama itu RRI). Lalu,  memasuki era 90-an, RCTI muncul. RCTI lahir, yang lainnya bermunculan. SCTV, ANTEVE, TPI, INDOSIAR, hingga yang terakhir METRO TV (stasiun televisi terakhir yang lahir di era 90-an).

Berbicara tentang RCTI (yang kantornya selalu di Kebon Jeruk, Jakarta), hal yang paling membekas di benak aku adalah keberadaan seorang ibu di sebuah pasar terapung, yang mengacungkan jempol. Bagian yang itu tak pernah aku lupakan. Konon, nama si ibu adalah Hj. Noor Parida.

Well, langsung saja, selamat jalan, Bu! Tenangkan di alam sana! Karena Ibu, aku jadi tahu ada yang namanya pasar terapung di Indonesia. Semoga arwah Ibu diterima di sisi-Nya.







Comments