Satu Minggu Nuel Lubis Menekuri Quote Beberapa Penulis















Hari rabu
Pramoedya Ananta Toer berujar padaku, "Ketika kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari." Tapi, benarkah begitu? Sebab, aku takut mati, dan ingin hidup abadi.

Hari kamis
Mungkin benar yang diutarakan pengarang Narnia tersebut, bahwa kita bisa menciptakan apapun melalui sebuah tulisan. Walau, aku masih ragu.

Hari jumat
Hey, Ayn Raid, apakah benar bahwa kata-kata merupakan sebuah lensa untuk terfokus ke pikiran seseorang?

Hari sabtu
Suatu ketika, Helvy Tiana Rosa membisikan sesuatu padaku, "Menulis adalah perjuangan yang paling sunyi, sebab kau benar-benar sendiri dan bergumul dengan segala." Masa, Bu? Berarti aku ini pun sudah menjadi seorang pejuang. Karena, sejak kecil aku sudah suka dan sering menulis.

Hari minggu
Aku meragukan kata-kata Jodi Picoult. Justru, aku bisa menyunting halaman kosong dan mengubahnya menjadi satu halaman yang penuh dengan kata-kata.

Hari senin
Halo, Ray Bradbury, saya tanya satu hal kepada anda, "Apakah kita membutuhkan sebuah intuisi hanya demi bisa menulis?"




Hari selasa
Hari ini aku masih kembali mempertanyakan beberapa quote dari penulis-penulis ternama. Sekarang dari seorang Seno Gumira Ajidarma. Dia bilang: "Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia."

Ah, aku rasa tidak seperti itu. Untuk menangkap momen kehidupan dengan penghayatan, kita tak perlu menulis. Berdoa sendirian ke Tuhan itu malah yang menurut aku paling tepat.

Singkat cerita, maksud dari catatan aku selama masa #WorkFromHome (karena pandemi) ini, ciptakanlah quote kalian diri. Hasilkan tulisan kalian sendiri. Jangan takut, Sobat. Dengan menulis dan menulis, kita berhasil menjadi diri kita sendiri sepenuhnya, lalu kita berhasil meraih suara Tuhan.

Tak setuju? Apa opini kalian? Berikan quote kalian kepadaku!




















Comments