Doa Khusus di Bulan Rosario, Bulan Bunda Maria

















Tadi subuh aku baru saja mengetahui bahwa sekarang sudah memasuki bulan Rosario. Bulan Mei ini juga dikenal sebagai bulan Bunda Maria. Secara pribadi, aku sangat mengagumi sosok bernama Bunda Maria. Dia mengandung, namun belum menikah. Pasti berat sekali pengorbanan beliau dalam menanggung segala hinaan. Bagaimanapun hamil di luar nikah itu memang aib entah kita hidup di jaman manapun. Luar biasa!

Selain Bunda Maria, Alkitab juga banyak mencatat sosok-sosok perempuan hebat. Ada Sarah yang melahirkan di usia tua. Hagar yang sendirian menghidupi Ismael setelah diusir Abraham. Rut yang setia menemani mertuanya, walau suaminya sudah meninggal. Hana yang terus menerus berdoa sampai dihardik Imam Eli, dan nyatanya usahanya membuahkan hasil. Atau terakhir, Maria Magdalena yang merupakan saksi pertama yang mengunjungi makam Yesus. Perempuan pelacur yang diselamatkan Yesus, yang kemudian membasuh kaki Yesus dengan minyak Narwastu, yang namanya disebutkan sebanyak dua belas kaki dalam Alkitab. Mantap!

Well, luar biasa semua perempuan itu, terutama Bunda Maria yang beberapa kali menampakkan diri ke umat manusia di abad Moderen. Mereka semua mengajarkan kita untuk tidak menyerah terhadap kondisi dan tetap mengandalkan Tuhan. Kita juga harus seperti mereka tersebut. Yuk, bisa, yuk!

Di bulan Rosario ini pula, aku memanjatkan doa khusus agar pandemik Corona ini segera berakhir. Semuanya berada dalam kondisi baik-baik saja--damai dan sejahtera juga. Agar, Indonesia--atau juga dunia--jangan sampai mengalami krisis finansial karena Corona ini. Tuhan, kabulkanlah doa kami!

Oh iya, aku turut berduka atas musibah terbakarnya gedung GBI Basilea senin kemarin, yah. Semoga seluruh pelayan Tuhan dan jemaatnya segera bangkit dari keterpurukan. Ingat, Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuan seseorang. Semangat, Semua!





















Comments