Sebuah Refleksi di Penghujung Tahun 2019














Ini aku dapatkan dari Facebook seorang teman kuliah. Komiknya sangat bagus, khususnya yang tentang doa ini. Agak sedikit menyentil aku juga, sih. Dulu aku sempat menyindir orang yang suka berdoa di internet (padahal diri sendiri suka berdoa di media sosial). Kupikir, doa itu tak elok jika  diumbar begitu. Namun, setelah membaca komik ini, aku sadar bahwa tiap orang punya caranya masing-masing untuk berjalan ke arah-NYA. Aku mendadak teringat kata-kata guru agama aku saat SMP dulu. Pak M. Hutasoit pernah menyampaikan hal yang senada dengan komik ini.

Oh iya, mumpung ini sudah tanggal 30 Desember, mau tahun baru juga, aku mohon maaf sebesar-besarnya untuk tiap tulisan aku di IMMANUEL'S NOTES, Instagram @nuellubis , serta setiap media sosial aku (bahkan juga status Whatsap) di 2019. Sekali lagi aku katakan bahwa aku memang tak memiliki niat jahat sama sekali. Dibilang hanya menyampaikan uneg-uneg, mungkin memang iya. Aku hanya sekadar share? Bisa jadi. Lagipula ini hanya blog, yang sejak dulu sekali, blog dikenal sebagai jurnal harian. Bahasa kasarnya, online diary. Anggap saja IMMANUEL'S NOTES ini merupakan sebuah catatan perjalanan seorang musafir bernama Nuel Lubis tentang segala hal (termasuk topik horor! 😨😱). Ke depannya, aku juga tak bisa menjamin apakah akan tetap menuai pro-kontra atau tidak. Jujur saja, tiap menuliskan sesuatu, aku tidak melihat anggapan orang sampai tulisan selesai (apalagi berpikir bakal menciptakan sebuah sensasi). Tapi, percayalah, aku tak berniat negatif apalagi jahat. Just share to share, give to give. That's it.

Akhir kata, selamat tahun baru, dan selamat menikmati komik ini!











































































* Komikus: Kurnia Harta Winata








Comments