Mengenang Tsunami Serang

















Lewat tulisan ini, aku hanya coba mengenang musibah tsunami Serang di 23-24 Desember 2018 yang lalu. Jujur, aku turut berduka dengan para korbannya. Semoga para arwahnya diterima di sisi Tuhan YME. Aku juga cukup tercengang dengan video air bah itu masuk hingga lokasi konser. Walau sebetulnya, itu hal biasa. Bagi Tuhan, tak ada yang mustahil. 

Lalu, langsung saja, kejadian tsunami itu cukup membekas di hatiku. Ada guru SD aku yang sempat hilang saat kejadian (baca: Bu Riana). Belum lagi, ada juniorku di Atmajaya yang turut menjadi korban. Kalau pun tak  ada, aku tetap berduka. Sejak kecil, tiap melihat bencana alam--lalu ada korban jiwanya, hati ini seolah menjerit: kenapa Tuhan kejam sekali. Maka dari itu, aku sangat berduka. Kalian--para korban Tsunami Serang--mendapatkan tempat di lubuk hati aku. 

Doaku: semoga Indonesia dijauhkan dari setiap bencana, khususnya yang sudah merenggut banyak nyawa.


#InMemoriam





Comments