Seminggu Nuel Lubis Mengisi Perut dengan Roti
















Hari senin
Jingle tukang roti itu membuatku terbangun. Aku langsung terburu-buru keluar kamar--dan rumah. Perutku lapar. Lapar yang sangat tak tertahankan. Aku beli satu roti sobek yang berisi coklat dan keju. Roti yang dijual oleh Harum Sari Bakery ini memang sangat DEP SEDEP. Empuk, tiap rotinya itu--selain masih murah. Satu roti sobek ini seharga Rp 7000. Kelebihan lainnya: coklatnya itu, loh. Lumeran coklatnya luar biasa!

Hari selasa
Semalam Papi membawa sekotak roti dari Bakery Caramia. Ini salah satu bakery favorit aku. Bakery tersebut memiliki roti dengan pilihan rasa yang cukup beragam. Harganya juga masih terjangkau. Roti rasa kesukaan aku itu roti keju. Yummy!

Hari rabu
Tukang roti yang kemarin belum lewat-lewat. Padahal aku sudah mau pergi. Yang lewat itu malah tukang roti bersepeda (dari Nathan Bakery). Ada yang bilang, tukang roti seperti ini disebutnya tukang roti jadul. Dibilang begitu, konon mereka sudah ada sejak era 80-an. Walau jadul, jangan salah. Tukang roti bersepeda ini memiliki varian roti yang tak ada di bakery-bakery terkenal manapun. Contoh: roti kacang. Tiap ada tukang roti bersepeda, aku selalu mencari roti favoritku itu. 

Hari kamis
Sebetulnya aku tak begitu menyukai roti gandum. Awal mula yang membuatku menyukai roti gandum itu karena ospek fakultas. Para mentor menyuruh kami untuk membawakan menu roti gandum dengan selai lima rasa (juga susu putih tanpa gula serta nasi beras merah). Awalnya terpaksa, namun di luar keterpaksaan tersebut, kalau tengah lapar, makan roti gandum juga bisa menjadi suatu keuntungan, kok. Apalagi roti jenis ini sering disebutkan dalam kitab suci. 

Hari jumat
Wah, di meja makan, ada selai srikaya. Selai srikaya merupakan selai favoritku, selain selai nenas. Ada roti tawar kulit juga. Makan malam dengan roti berselai srikaya, hmm, tak buruk-buruk amat. Mari makan! 

Oh iya, roti dan selai srikayanya berasal dari Seed Bakery yang berlokasi di Pasar 8, Alam Sutera. Walau selainya merupakan handmade, kelezatannya tak kalah dari saingannya yang biasa kalian temukan di minimarket.

Hari sabtu
Dulu, saat aku masih kanak-kanak, aku suka bertanya-tanya kenapa rotinya bisa sehijau itu. Ada temanku bergurau, rotinya dicat, makanya sehijau itu. Tapi, makin aku dewasa, aku tahu rotinya hijau karena dibuat dengan menggunakan bahan daun pandan. Tahu, daun pandan, kan? Kabarnya daun pandan memang sering digunakan dalam industri roti dan kue. Kutahu hal seperti itu, karena tiap mampir ke toko kue dan roti, aku suka banyak bertanya (bagaikan seorang wartawan). Belum lagi, ada kan yang namanya bolu pandan. Si ibu yang punya toko bilang, bolu pandan dibuat dengan mencampur daun pandan ke dalam adonannya.

Hari minggu
Sekarang, kalau aku mau makan donat, aku tak perlu ke J-Co atau Dunkin Donut. Cukup mampir ke Indomaret saja. Sebab, ada gerai Mister Donut yang jenis tiap donatnya beraneka ragam. Tak kalah dibandingkan donatnya Dunkin Donut. Lebih murah dan mudah ditemukan.





Comments